Foto. Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.(jendelakialteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Isu politik mengenai kemungkinan terbentuknya poros baru yang mengaitkan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong dengan anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Syauqi, mulai menjadi perbincangan di media sosial.
Namun, di tengah ramainya spekulasi tersebut, Jaya justru memilih mengerem pembicaraan politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2029-2030.
Saat dikonfirmasi mengenai isu yang beredar, Jaya menegaskan dirinya saat ini masih berkonsentrasi pada tugas sebagai kepala daerah, khususnya menjalankan pembangunan di Kabupaten Gumas sesuai visi dan misi pemerintahannya.
“Kalau saya lebih fokus dulu untuk urusan pembangunan, membangun Gunung Mas. Sesuai visi-misi saja,” kata Jaya saat diwawancarai baru-baru ini.
Bagi Jaya, kontestasi politik menuju 2029-2030 masih terlalu jauh untuk dibicarakan secara serius.
“Pilkada itu kan masih jauh, 2029-2030-an,” ujarnya sembari tertawa.
Ketika ditanya apakah dirinya sudah mulai memikirkan kemungkinan maju atau masuk dalam konfigurasi Pilgub Kalteng mendatang, Jaya kembali memberikan jawaban tegas.
“Belum lah, nanti,” katanya.
Meski demikian, Jaya tidak menampik bahwa komunikasi dengan Syauqi berjalan baik. Ia menyebut komunikasi tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat Syauqi merupakan anggota DPR RI dari Dapil Kalteng.
“Beliau selaku anggota DPR RI dari Dapil Kalteng, kan. Ya, komunikasi bagus saja,” ungkapnya.
Menurut Jaya, komunikasi dengan Syauqi terutama berkaitan dengan kepentingan pembangunan daerah. Terlebih, Syauqi duduk di Komisi V DPR RI yang memiliki bidang kerja terkait infrastruktur.
“Terutama juga terkait dengan beliau di Komisi V, yang membidangi tentang infrastruktur. Ya, komunikasi bagus,” jelasnya.
Jaya pun menegaskan bahwa komunikasi politik dan pemerintahan yang baik tidak hanya dibangun dengan Syauqi. Ia mengaku menjaga hubungan dengan seluruh anggota DPR RI dari Dapil Kalteng tanpa membeda-bedakan.
“Dengan semua anggota dewan juga dari Dapil Kalteng juga bagus. Enggak ada kita pilah-pilih, semuanya bagus,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan komunikasi Jaya-Syauqi dalam konteks hubungan antarpemangku kepentingan, khususnya untuk kepentingan pembangunan, bukan sebagai konfirmasi terbentuknya pasangan atau poros politik menuju Pilgub Kalteng.
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gumas, Jaya juga ditanya apakah partainya telah memiliki figur yang dipersiapkan menghadapi kontestasi politik mendatang.
Jawabannya kembali menunjukkan bahwa pembicaraan tersebut belum menjadi agenda yang hendak dibuka saat ini.
“Masih jauh, masih lama. Belanda masih jauh, kata-kata orang dulu begitu ya,” ucapnya tertawa lepas.
Bahkan, ketika nama istrinya, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, disebut sebagai salah satu kemungkinan figur, Jaya juga belum memberikan sinyal mengenai pencalonan tersebut.
“Juga masih… masih belum. Lama. Kan masih 2029-2030, masih jauh,” katanya.
Dengan demikian, hingga saat ini Jaya belum menyatakan adanya keputusan mengenai pencalonan dirinya, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, maupun konfigurasi tertentu bersama Syauqi untuk Pilgub Kalteng 2029-2030.
Di tengah dinamika dan spekulasi yang berkembang di ruang digital, sikap Jaya sementara ini jelas, agenda politik 2029-2030 belum menjadi prioritas pembicaraannya. Fokusnya masih pembangunan Gumas.(njh)












