Foto. Kepala Sekolah TK Kemurahan, Karyani,S.Pd. (jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Taman Kanak-kanak (TK) Kemurahan di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terus berupaya memberikan layanan pendidikan anak usia dini di tengah keterbatasan tenaga pendidik dan sejumlah sarana prasarana yang masih perlu dibenahi.
Kepala Sekolah TK Kemurahan, Karyani, saat diwawancarai, Jumat (11/9/2026), mengatakan saat ini jumlah peserta didik mencapai 46 orang. Jumlah tersebut dinilai sudah berada pada kapasitas ideal sekolah, sehingga pihaknya harus membatasi penerimaan peserta didik agar tidak melebihi daya tampung yang tersedia.
“Kalau tidak kita batasi, jumlah peserta didik mungkin bisa melebihi kapasitas daya tampung. Sekarang ada 46 anak dan itu sudah ideal,”ujar Karyani.
Di sisi lain, keterbatasan tenaga pendidik masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sekolah. Saat ini, TK Kemurahan hanya memiliki dua tenaga pendidik ditambah kepala sekolah. Kondisi tersebut membuat beban pelayanan pembelajaran harus disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang ada.
Karyani menyebut, dari sisi kompetensi, tenaga pendidik yang tersedia dinilai telah mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, keterbatasan jumlah guru menjadi tantangan tersendiri, mengingat pembelajaran pada jenjang PAUD membutuhkan rasio pendidik dan peserta didik yang ideal.
“Kalau kompetensi guru, kami anggap sudah cakap dan baik,tapi karena gurunya hanya dua orang, jumlah peserta didik sedikit melebihi perbandingan ideal. Saya sebagai kepala sekolah juga ikut masuk membantu proses pembelajaran,”jelas Karyani.
Selain persoalan tenaga pendidik, kebutuhan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Karyani menyebut toilet sebagai salah satu fasilitas yang paling mendesak untuk ditambah. Selain itu, sekolah membutuhkan meubelair untuk dua ruang kelas serta ruang kepala sekolah.
“Yang perlu ditambah pertama toilet. Kemudian sarana seperti meubelair untuk dua ruang kelas dan ruang kepala sekolah. Saat ini ruang kepala sekolah juga belum memiliki fasilitas meubelair yang memadai,” ungkapnya.
Upaya untuk meningkatkan kondisi fasilitas sekolah sebenarnya telah dilakukan. Pihak TK Kemurahan mengaku telah mengusulkan kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi melalui pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Namun, sekolah belum memperoleh alokasi program revitalisasi pada 2026.
Karyani menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah mengikuti proses pengusulan dan klarifikasi melalui program pemerintah pusat, termasuk mengikuti pertemuan secara daring serta mengirimkan data sekolah melalui Google Drive. Namun, setelah hasil penilaian diumumkan, nama TK Kemurahan tidak tercantum sebagai penerima program.
“Memang kami ada rencana dan sudah mengusulkan ke dinas maupun ke pihak pusat. Kemarin juga mengikuti Zoom dan mengirimkan data melalui Google Drive.Tapi setelah hasilnya keluar, sekolah kami tidak mendapatkan program revitalisasi tahun ini,”kata Karyani.
Karyani mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan TK Kemurahan tidak lolos dalam program tersebut. Salah satu kemungkinan yang menjadi perhatian adalah aspek legalitas lahan, mengingat sekolah saat ini belum memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT) dan hanya memiliki dokumen berupa surat jual beli.
“Saya juga kurang tahu apakah gugurnya terkait lokasi atau tanah. Karena di sini kami tidak ada SPT, hanya surat jual beli. Saya juga masih baru sebagai kepala sekolah, sehingga terkait riwayat yayasan dan persoalan sebelumnya tidak semuanya saya ketahui,” tuturnya.
Meski demikian, Karyani menegaskan pihak sekolah tetap menerima hasil tersebut dan akan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab yang ada.
“Program revitalisasi tahun 2026 memang tidak kami dapatkan. Nama sekolah tidak ada dalam SK yang dikirim. Jadi saya anggap memang gugur dan tidak perlu dipertanyakan lagi,”pungkas dia.(njh)












