Foto. Kepala TK Bukit Ngalangkang, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gumas, Amie.(jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, TK Bukit Ngalangkang, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), masih menghadapi persoalan mendasar. Sekolah yang telah berdiri sejak 1985 tersebut hingga kini masih kekurangan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Kepala TK Bukit Ngalangkang, Amie, saat diwawancarai, Rabu (9/9/2026), mengungkapkan kondisi tenaga pendidik di sekolahnya masih jauh dari ideal. Saat ini, sekolah hanya memiliki satu orang guru berstatus PNS dan satu tenaga honorer.
“Kalau tenaga pendidiknya, kami ini sangat kurang. PNS satu orang, satu honor,”ujar Amie saat diwawancara.
Lanjut Amie,keterbatasan tenaga pendidik tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan pendidikan secara optimal. Terlebih, jumlah peserta didik yang dilayani saat ini mencapai 46 orang.
Menurut Amie, jumlah peserta didik tersebut sebenarnya sudah tergolong ideal. Namun, persoalan muncul dari sisi ketersediaan ruang belajar dan fasilitas penunjang yang belum sebanding dengan kebutuhan sekolah.
“Ruangannya tidak sesuai dengan jumlah murid kami yang agak banyak. Murid kami ada 46 orang, sementara sarana dan prasarananya masih minim,”tutur Amie.
Amie menjelaskan, kekurangan bukan hanya terjadi pada fasilitas di dalam gedung sekolah. Sarana bermain anak di luar ruangan atau alat permainan edukatif (APE) luar juga kondisinya sudah mengalami kerusakan.
“Kalau di dalam, kami ini sangat minim. Di luar juga sudah rusak, permainan luar atau APE luar,”ungkapnya.
Padahal,kata Amie, keberadaan sarana bermain dan fasilitas pembelajaran yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan anak usia dini. Fasilitas tersebut tidak sekedar menjadi pelengkap, tapi juga menjadi media bagi anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, serta mengembangkan kemampuan motorik dan kreativitas.
Di sisi lain,Amie mengaku, kebutuhan terhadap tambahan tenaga pendidik juga dinilai mendesak. Amie menegaskan sekolah masih sangat membutuhkan penambahan guru agar pelayanan pendidikan kepada 46 peserta didik dapat berjalan lebih optimal.
“Ya, sangat membutuhkan,” tegasnya ketika ditanya mengenai kebutuhan tambahan tenaga pendidik.
Amie berharap kondisi tersebut mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, kebutuhan terhadap pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas sekolah sebenarnya telah lama menjadi harapan pihak sekolah.
“Iya, memang dari dulu kami sangat mengharapkan bantuan,”ujarnya.
Amie pun berharap ada perhatian konkret terhadap kondisi TK Bukit Ngalangkang, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta penambahan tenaga pendidik.
“Mudah-mudahan ada perhatian pemerintah,”imbuh Amie.
Amie menandaskan, kondisi TK Bukit Ngalangkang menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya berbicara mengenai jumlah peserta didik. Ketersediaan guru yang memadai, ruang belajar yang layak, serta fasilitas pembelajaran dan bermain yang aman merupakan kebutuhan mendasar yang harus berjalan beriringan.
“Dukungan terhadap pembenahan fasilitas dan penguatan tenaga pendidik bukan sekedar kebutuhan administratif,tapi investasi penting untuk memastikan anak-anak di wilayah Tewah memperoleh lingkungan belajar yang layak dan berkualitas,”tukas Amie menutup.(njh)












