Foto. Kepala SMPN 6 Kurun, Brata,M.Pd (kanan) bersama Guru SMPN 6 Kurun Iswanto Agau.(jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum diterima peserta didik di SMP Negeri 6 Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Pihak sekolah masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait pelaksanaan program tersebut di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 6 Kurun, Brata, saat diwawancarai, Rabu (16/9/2026), mengatakan bahwa sampai saat ini sekolah yang dipimpinnya belum mendapatkan penyaluran MBG.
“Untuk saat ini di SMP Negeri 6 Kurun sendiri belum menerima MBG. Jadi, kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait pelaksanaan MBG di sekolah kita,”ujar Brata.
Menurut Brata, program MBG memiliki arti penting bagi peserta didik, bukan hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi,tapi juga dalam membentuk pola makan yang lebih teratur sekaligus mengurangi kebiasaan siswa membeli makanan secara bebas di luar sekolah.
“MBG ini sebenarnya sangat penting. Di samping mengurangi jajan anak-anak, mereka juga lebih terpola untuk makannya. Pengaturan gizi di MBG juga proporsional untuk kebutuhan gizi dan nutrisi anak,”jelas Brata.
Brata menyatakan pihak sekolah pada prinsipnya mendukung pelaksanaan program MBG, terutama apabila program tersebut dapat menjangkau seluruh sekolah secara merata.
“Sejauh ini saya setuju dengan program MBG ini,”ucapnya.
Belum tersalurkannya MBG di SMPN 6 Kurun juga menjadi perhatian tersendiri karena sejumlah siswa, menurut Brata, telah mempertanyakan kapan program tersebut mulai diterima di sekolah mereka.
“Banyak anak-anak yang menanyakan kepada kita. Harapannya, penyaluran MBG bisa merata ke sekolah kita. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik,”tuturnya.
Dari sisi jumlah penerima,Brata mengungkapkan, SMPN 6 Kurun saat ini memiliki 205 peserta didik, ditambah 21 guru dan tenaga kependidikan. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan penyediaan MBG di sekolah diperkirakan dapat mencapai hampir 250 porsi apabila seluruh unsur sekolah nantinya masuk dalam skema penerima sesuai ketentuan program.
Brata berharap pelaksanaan MBG di SMPN 6 Kurun nantinya tidak hanya memenuhi aspek pemerataan program,tapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam mendukung kebutuhan gizi selama mengikuti proses pembelajaran.
Bagi sekolah, kata Brata, kepastian pelaksanaan program menjadi penting agar pihaknya dapat mempersiapkan kebutuhan teknis apabila SMPN 6 Kurun ditetapkan sebagai salah satu sekolah penerima MBG.(njh)












