Foto. Ketua PMI Gumas,Efrensia L.P. Umbing terlihat memasukkan pipa air dari mobil tangki air bersih ke jeriken dan gallon milik warga untuk menampung pasokan air yang disalurkan PMI bersama Perumdam Maruang Duhung baru-baru ini.(jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung bergerak cepat menghadapi dampak kekeringan yang mulai mengancam akses masyarakat terhadap air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Gumas.
Respons kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui operasi pendistribusian air bersih secara langsung ke desa-desa yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Ketua PMI Gumas, Efrensia L.P. Umbing, dalam siaran pers yang diterima jendelakalteng.co.id Kamis (13/8/2026), mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas surat PMI Provinsi Kalimantan Tengah yang merespons informasi dari PMI Pusat mengenai operasi distribusi air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
“Ini merupakan bentuk respons kemanusiaan PMI terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses air bersih,”kata Efrens.
Efrens yang juga Wakil Bupati Gumas itu menjelaskan, operasi distribusi air bersih telah dimulai sejak Senin (10/8/2026) dengan menyasar masyarakat Desa Tanjung Riu. Distribusi kemudian berlanjut pada Selasa (11/8/2026) di Desa Tumbang Lampahung, Rabu (12/8/2026) di Desa Tewang Pajangan, dan Kamis (13/8/2026) di Desa Hurung Bunut.
Setiap kegiatan distribusi dilaksanakan mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB dengan volume sekitar 4.000 liter air bersih. Warga yang membutuhkan air tampak membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken hingga galon, untuk menampung pasokan yang disalurkan.
Namun, operasi tersebut tidak berhenti pada empat desa. PMI Gumas akan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak dan mengarahkan distribusi ke desa-desa lain yang membutuhkan.
Efrensia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem akibat El Nino 2026. PMI berupaya mencegah persoalan kekeringan berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang lebih luas, terutama apabila masyarakat mulai kehilangan akses terhadap sumber air untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PMI akan terus berupaya hadir dan memberikan respons sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan,”tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, PMI Gumas mengerahkan mobil tangki air bersih dan melibatkan relawan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib, merata, serta tepat sasaran.
Gerak cepat tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Perumdam Maruang Duhung Gumas. Direktur Perumdam Maruang Duhung, Hendra Toendan, bersama jajaran turut terlibat dalam kegiatan sebagai bagian dari sinergi antara lembaga kemanusiaan dan penyedia layanan air bersih daerah.
Hendra menilai, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani secara parsial. Ketika akses masyarakat terhadap air bersih mulai terganggu, seluruh pemangku kepentingan harus mampu memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Kami dari Perumdam Maruang Duhung mendukung penuh kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan PMI Kabupaten Gunung Mas. Dalam kondisi kekeringan seperti ini, kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami siap bersinergi sesuai kapasitas yang kami miliki untuk membantu masyarakat yang terdampak,”ujar Hendra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, distribusi air bersih bukan sekadar persoalan teknis penyediaan air, melainkan menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkannya akibat kekeringan, maka kehadiran pemerintah daerah, PMI, Perumdam dan seluruh pemangku kepentingan harus benar-benar dirasakan masyarakat,”tegas Hendra.
Hendra menambahkan, Perumdam Maruang Duhung akan terus memperkuat koordinasi bersama PMI dan pihak terkait guna mengantisipasi potensi meluasnya dampak kekeringan. Pemetaan wilayah terdampak menjadi salah satu langkah penting agar bantuan dapat diarahkan secara tepat kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Sementara itu, relawan PMI Gumas terlibat langsung dalam pelayanan dan pengisian air bersih kepada masyarakat. Mekanisme distribusi dilakukan secara tertib untuk memastikan setiap bantuan diterima warga secara adil dan tepat sasaran.
Efrensia menegaskan, PMI Gumas bersama Perumdam Maruang Duhung dan para pemangku kepentingan akan terus memperkuat kolaborasi selama dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat.
“Setetes air mungkin sederhana, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, air adalah kehidupan,”tutup Efrens.(njh)












