Foto. Wabup Gumas Efrensia LP Umbing mendatangi deklarasi Sekolah Ramah Anak pada Satuan Pendidikan SD dan SMP di SMPN 6 Kurun, Senin (30/10). (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
“Saya menyambut baik dan mendukung adanya inovasi terkait peningkatan sumberdaya manusia dalam hal ini kepemimpinan merdeka hati. Melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunung Mas,” demikian disampaikan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong pada sambutannya yang dibacakan Wabup Efrensia LP Umbing membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Merdeka Hati (PKMH) sekaligus deklarasi Sekolah Ramah Anak pada Satuan Pendidikan SD dan SMPN di SMPN 6 Kurun, Senin (30/10).
Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gumas diharapkan dapat diterapkan dan terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan.
“Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan tiga smart, khusunya smart human resources, yakni meningkatkan kualitas pembangunan sumberdaya manusia yang berfokus kepada peningkatan standar kualitas pendidikan,” kata Efrens.
Dia menyatakan, untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional bahkan global, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Terkait deklarasi sekolah ramah anak, untuk mewujudkan hal itu, Efrens menegaskan perlunya komitmen dari semua pihak termasuk diri kita sendiri.
Ia menekankan kepada kepala sekolah jenjang pendidikan SD dan SMP di Gumas, untuk membangun lingkungan sekolah baik secara fisik maupun ekosistem yang harmonis.
Selain menyediakan sarana yang ramah anak, dibudayakan juga berbicara dengan kata-kata positif, karena perkataan yang negatif terhadap anak akan merusak mental mereka, karena anak paling mudah meniru Tindakan yang dilihat dari pada sebuah nasehat.
“Perhatikan anak-anak kita untuk tidak melakukan perundungan terhadap teman-temaannya. Ajarkan anak-anak untuk saling menghargai dan mengasihi,” harap Efrens.
Kadisdikpora Gumas Aprianto menyampaikan kepemimpinan merdeka hati diangkat setelah melihat dan mempelajari Rapor Pendidikan per 31 Juli 2023, dimana Indeks Standar Pelayanan Pendidikan Kabupaten Gumas 52,08 dengan kategori belum tuntas.
“Dapat dimaknai mutu pelayan dasar untuk setiap jenis pelayanan dasar SPM Pendikan [standar jumlah dan kualitas barang dan/atau jasa, standar jumlah dan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan dan tata cara pemenuhan standar] masih belum terpenuhi,” terang Apri.
Diharapnya, dengan adanya modul kepemimpinan merdeka hati, dapat meningkatkan kinerja semua pelaku pendidikan di Kabupaten Gumas.
Turut hadir, forkopimda Gumas atau yang mewakili, beberapa kepala OPD dan pejabat eselon tiga, narasumber dan undangan lainnya. (nh)












