WhatsApp-Image-2025-09-22-at-11.15.35

Bupati Katingan, Saiful, saat membacakan pidato di ruang sidang paripurna DPRD Katingan.

Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Bupati Katingan, Saiful, menegaskan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 harus dilakukan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Penekanan itu disampaikan saat menyampaikan pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2025, dalam Sidang Paripurna ke-18 Masa Persidangan ke-III Tahun Sidang 2025, yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD Katingan, Selasa (16/9/2025).

Dalam pidatonya, Bupati Saiful menyoroti sejumlah persoalan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Ia menilai, situasi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian turut memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan APBN dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Dengan adanya kebijakan mandatory spending sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, maka setiap daerah dituntut untuk memperkuat tata kelola keuangannya agar lebih fokus, sinergis, dan mampu menjamin pemerataan layanan publik,” ujar Saiful dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Saiful menilai bahwa perubahan kebijakan fiskal nasional yang menekankan belanja transfer ke daerah menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan. Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih inovatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor pajak, retribusi, maupun pengelolaan aset daerah.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada transfer pusat. Daerah harus lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif agar pelaksanaan otonomi daerah benar-benar berjalan maksimal dan mampu membiayai program prioritas pembangunan,” tegasnya.

Selain membahas strategi pengelolaan keuangan, Bupati juga menekankan pentingnya disiplin anggaran dan peningkatan kinerja program agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penganggaran bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan instrumen utama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Saiful tetap optimistis bahwa pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2025 dapat berjalan dengan baik. Ia berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dan DPRD Katingan dapat terus bersinergi untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan daerah.

“Harapan kita bersama, seluruh program yang telah direncanakan dalam APBD 2025 dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Katingan secara menyeluruh,” pungkasnya.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *