Foto. Wakil Ketua I DPRD Gumas Nomi Aprilia.(Jendela Kalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Komitmen Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Hendra Toendan, yang menargetkan pelayanan air bersih mengalir selama 24 jam setiap hari mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua I DPRD Gumas Nomi Aprilia. Namun, dukungan tersebut disertai pesan tegas Nomi,bahwa janji besar itu tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat.
Bagi Nomi, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Hendra Toendan untuk memimpin Perumdam Maruang Duhung periode 2026–2031 merupakan amanah besar sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat tidak lagi sekedar membutuhkan laporan yang baik, tetapi pelayanan air bersih yang benar-benar hadir tanpa hambatan.
“Atas nama DPRD Kabupaten Gunung Mas, kami mengucapkan selamat kepada saudara Hendra Toendan atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin Perumdam Maruang Duhung. Kami menyambut baik komitmen beliau yang menargetkan pelayanan air bersih selama 24 jam. Itu adalah harapan seluruh masyarakat Gunung Mas, khususnya warga Kota Kuala Kurun,” ujar Nomi, Selasa (30/6/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, target tersebut harus dibuktikan melalui langkah konkret di lapangan. Pelanggan, katanya, berhak menikmati distribusi air yang lancar, kualitas air yang layak, tekanan air yang stabil, hingga penanganan gangguan yang cepat dan profesional.
“Target itu sangat baik,tapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi persoalan air yang tidak mengalir, tekanan air yang rendah maupun kebocoran jaringan yang terus berulang. Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama,” tegas legislator tiga periode tersebut.
Menurut Nomi, predikat Perumdam Maruang Duhung sebagai perusahaan daerah dengan kategori sehat berdasarkan hasil evaluasi BPKP serta raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan modal penting untuk terus berkembang. Namun ia mengingatkan, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan hanya terlihat dalam dokumen administrasi, melainkan dari tingkat kepuasan masyarakat sebagai pelanggan.
“Jangan hanya sehat di atas laporan,tapi juga sehat dalam pelayanan. Itulah yang benar-benar diharapkan masyarakat,” tandas Nomi.
Nomi juga menilai pernyataan Hendra Toendan mengenai perlunya modernisasi instalasi pengolahan air serta penggantian jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, akar persoalan pelayanan air bersih selama ini memang tidak bisa dilepaskan dari kondisi infrastruktur yang sudah tidak lagi optimal.
Karena itu, DPRD Gumas menyatakan siap mengawal berbagai kebutuhan pengembangan Perumdam, termasuk mendorong Pemerintah Kabupaten Gumas memperjuangkan tambahan anggaran maupun dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat.
“Kalau memang persoalan utamanya ada pada infrastruktur yang sudah tua, tentu itu harus menjadi perhatian bersama. DPRD siap mengawal dan mendorong pemerintah daerah agar kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana Perumdam menjadi prioritas demi kepentingan masyarakat luas,” kata Nomi.
Tak hanya itu, Nomi turut mengapresiasi langkah Perumdam Maruang Duhung yang membuka ruang partisipasi masyarakat melalui layanan pengaduan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kebocoran jaringan hingga praktik pencurian air yang merugikan pelanggan.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi dan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran maupun penyalahgunaan sambungan air. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula tindakan dapat dilakukan. Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga bersama,”ucapnya.
Di penghujung keterangannya, Nomi berharap periode kedua kepemimpinan Hendra Toendan benar-benar menjadi momentum lahirnya transformasi besar di tubuh Perumdam Maruang Duhung. Ia menegaskan, keberhasilan perusahaan daerah tidak diukur dari banyaknya penghargaan, melainkan dari kemampuan menghadirkan pelayanan air bersih yang andal, berkualitas, dan mengalir tanpa henti selama 24 jam.
“Ketika masyarakat benar-benar menikmati air bersih yang mengalir selama 24 jam dengan kualitas yang baik, di situlah keberhasilan Perumdam Maruang Duhung akan diakui. Itulah bukti nyata bahwa amanah yang diberikan telah dijawab dengan kerja dan pelayanan terbaik untuk masyarakat Gunung Mas,”tutup Nomi.(nhj)












