
Foto. Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y.Asin.(Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas) Herbert Y.Asin menyampaikan adanya aspirasi dari masyarakat Gumas untuk dapat dibangun patung Tuhan Yesus memberkati di wilayah Gumas.
“Kami [DPRD] menyambut baik aspirasi masyarakat Kabupaten Gunung Mas itu yang memang sudah lama berkembang,dimana masyarakat berharap Legislatif bersama Eksekutif dapat memikirkan pembangunan patung Tuhan Yesus memberkati, seperti yang ada di Bukit Sibea-bea Samosir Sumatera Utara, atau di Manado Sulawesi Utara dan di Tana Toraja Sulawesi Selatan,”ungkap Herbert,Jumat (21/2/2025).
Herbert mengatakan,apabila aspirasi masyarakat Gumas itu bisa dibangun,hal itu akan menjadi ikon religi pertama di Kalimantan sekaligus bisa menjadi destinasi wisata rohani yang menarik bagi wisatawan lokal dari kabupaten/kota yang ada di Kalteng maupun wisatawan regional,dan dapat menjadi sumber pendapatan daerah.
“Kita sudah membicarakan hal ini dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas, dan mereka mendukung. Tinggal selanjutnya nanti akan kita bicarakan bersama dengan Pak Jaya dan Bu Efrensia selaku Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas 2025-2030,”tutur Herbert.
Dijelasnya,berdasarkan prediksi dari DPU Gumas,untuk biaya pembangunan patung tergantung besar dan tingginya patung yang akan dibangun. Kalau tinggi patung 15 sampai 20 meter, kemungkian biayanya pembangunannya sekitar kurang lebih Rp. 20 miliar.
“Kalau nantinya aspirasi masyarakat ini mendapat dukungan dari Pak Jaya dan Bu Efrensia, kemungkinan tahun ini baru perencanaan,dan pelaksanaan pekerjaan fisiknya kita harapkan bisa terealisasi tahun 2026. Kita doakan saja semoga aspirasi masyarakat ini bisa terealisasi,”terang Herbert.
Ditanya soal lokasi pembangunan patung,legislator tiga periode itu secara diplomatis menjawab masih akan disurvei, dan nantinya akan diseminarkan atau di bawa ke forum grup discussion (FGD).
“Kalau berdasarkan aspirasi masyarakat, patung dibangun disekitar Kota Kuala Kurun,sehingga menjadi ikon kota,”tutupnya. (nh)








