WhatsApp Image 2025-09-01 at 06.12.43
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Anggota DPRD Gumas Tuah D.Tanggalong.(Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Waktu berjalan dengan cepat. Tak terasa Indonesia kini tengah menapaki jalan menuju bonus demografi 2045, sebuah era ketika jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi.

Momentum emas itu bisa menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan bangsa, termasuk di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).Tapi jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus itu justru berpotensi menjadi bencana.

Anggota DPRD Gumas Tuah D.Tanggalong mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas untuk mempersiapkan sejak sekarang generasi muda Gumas dalam menghadapi bonus demografi agar generasi muda menjadi pelaku pembangunan,bukan malah menjadi beban pembangunan.

“Generasi muda Kabupaten Gunung Mas sejak sekarang harus dibekali bukan hanya dengan pendidikan formal, tapi juga keterampilan vokasi, literasi digital, jiwa kewirausahaan, hingga pembentukan karakter unggul agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,”kata Tuah, Senin (1/9/2025).

Tuah menyebut, bonus demografi itu tidak datang dua kali. Kalau Pemkab Gumas sejak sekarang  tidak menyiapkan generasi muda Gumas, maka yang terjadi bukan kemajuan, tapi ledakan pengangguran dan rendahnya daya saing.

Figur berlatar pengusaha itu menilai, Pemkab Gumas perlu memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, olahraga, dan pelatihan keterampilan. Selain itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri juga penting agar generasi muda Gumas siap memasuki pasar kerja atau bahkan menjadi pencipta lapangan kerja.

Ia juga mendorong di era digital sekarang, anak-anak muda Gumas dituntut melek teknologi dan kreatif.

“Penguasaan teknologi informasi itu bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.Tanpa pengusahaan teknologi,generasi muda Gunung Mas akan tertinggal dalam persaingan kerja,kesulitan mengakses informasi,kurang produktif dan inovatif serta kehilangan daya saing global,”ucap Tuah.

Tuah mendorong, Pemkab Gumas harus  bisa mengelola dengan strategi matang,agar generasi muda Gumas tidak hanya siap menghadapi 2045, tapi juga akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah menuju Indonesia Emas.

“Ingat ya, bonus demografi itu peluang emas. Tinggal bagaimana Pemkab Gumas bersama masyarakat mampu mengelolanya, sehingga generasi muda Gumas tidak hanya jadi penonton, melainkan pemain utama dalam panggung sejarah 2045,”demikian Tuah anggota Komisi II DPRD Gumas. (nh)

 

 

 

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *