WhatsApp Image 2025-11-26 at 22.14.06
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Sekda Barut Muhlis mewakili Bupati Barut membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten Barut tahun 2025, Sabtu (18/10/2025).(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi yang mengikis penggunaan bahasa daerah, Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) mengambil langkah konkret dengan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan ini secara resmi dibuka, Sabtu (18/10/2025), oleh Sekda Barut Muhlis, mewakili Bupati H Shalahuddin, di Cafe Itah, Muara Teweh.

Dalam sambutannya, Shalahuddin mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap makin lunturnya penggunaan bahasa ibu, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia menyebut kondisi ini sebagai ancaman nyata yang bisa berujung pada kepunahan bahasa daerah, yang selama ini menjadi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Barut.

“Hampir setiap kecamatan dan desa di Barito Utara memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Namun sangat disayangkan, perkembangan zaman membuat bahasa-bahasa ini mulai ditinggalkan,” ujar Shalahuddin.

Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan historis dan kultural yang membentuk karakter masyarakat lokal. Karenanya, pelestarian bahasa ibu bukan pilihan, tapi keharusan yang harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga kebijakan pemerintah.

FTBI disebutnya sebagai langkah strategis Pemkab Barut dalam mengembalikan kebanggaan terhadap bahasa daerah, sekaligus sebagai upaya menyelamatkan warisan budaya di era digital.

“Festival ini bukan sekadar lomba. Ini adalah bentuk perlawanan kita terhadap kepunahan budaya. Saya berharap guru, orang tua, dan semua pihak menjadikan bahasa ibu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegas Shalahuddin.

Shalahuddin juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Barut atas konsistensinya dalam melestarikan bahasa daerah, yang bahkan telah membawa penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi selama dua tahun berturut-turut [2023–2024].

Festival ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Wakil Bupati, pimpinan DPRD, Forkopimda, organisasi wanita, kepala OPD, camat, kepala sekolah, serta tokoh-tokoh pendidikan dan budaya se-Kabupaten Barut.

Dengan FTBI, Pemkab Barut berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga bangga dan fasih menggunakan bahasa ibu sebagai identitas kultural yang tak lekang oleh zaman. (Ist/Njh/Lim)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *