Foto. Sekdistan Gumas Herianto (depan duduk tiga dari kiri) didampingi pengurus MPC PP Gumas dan praktisi peternakan bersama peserta Pelatihan Budidaya Ayam Buras di aula rapat Kantor Dinas Pertanian Gumas, Selasa (7/11). (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Sebagai bentuk dukungan terhadap konsep pembangunan pertanian [Smart Agro), organisasi massa (ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Pelatihan Budidaya Ayam Buras atau Ayam Kampung di aula rapat Kantor Dinas Pertanian Gumas, Selasa (7/11).
Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kadis Pertanian yang disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian (Sekdistan) Gumas Herianto menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas menyambut baik dan mendukung Pelatihan Budidaya Ayam Buras atau Ayam Kampung yang digagas PP Gumas.
“Kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan Pemuda Pancasila terhadap konsep pembangunan pertanian dalam arti luas [Smart Agro] di Kabupaten Gunung Mas,” kata Heri.
Menurut Heri, Pemkab Gumas melalui distan ingin pembangunan pertanian di Gumas berjalan maksimal dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Salah satunya melalui pembudidayaan ayam buras atau kampung. Dengan teknik pembudidayaan yang intensif, ayam kampung dapat berkembang dengan baik dan memberikan keuntungan,” ujar Heri.
Heri memaparkan, saat ini perkembangbiakan ayam kampung di Kabupaten Gumas mengalami perkembangan yang pesat. Ayam kampung telah banyak dipelihara oleh masyarakat maupun peternak ayam yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidaya ayam kampung dengan tujuan pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan.
“Populasi ayam kampung di Kabupaten Gunung Mas mencapai 87 ribu ekor. Di akhir tahun 2022 populasinya mencapai 27.491 ekor, dan data terakhir di triwulan dua tahun 2023, populasinya mengalami peningkatan dikisaran 400 ribu ekor. Ini menunjukan bagaimana potensi pengembangan ayam kampung di wilayah ini sangat signifikan, dan ini juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam mewujutkan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Heri.
Kendati populasi ayam kampung di Gumas sangat signifikan, Heri mengaku hal itu masih belum cukup mampu memenuhi kebutuhan konsumen ayam kampung, baik pada daging maupun telurnya.
Ikhtiar Pemkab Gumas melalui distan serta gagasan dari Ormas PP menggelar Pelatihan Budidaya Ayam Buras diharapkan mampu meningkatkan populasi ayam kampung di Kabupaten Gumas melalui pembudidayaan ayam kampung secara intensif.
“Pengembangan budidaya ayam kampung dapat juga dilakukan melalui Dana Desa (DD). Dengan pengembangan ayam kampung oleh warga desa dari dana desa secara sungguh-sungguh akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” cetusnya.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Gumas Ruslan H.Aspar mengatakan, pihaknya menggelar pelatihan dengan tujuan memberi motivasi dan solusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan, salah satunya peternakan ayam kampung.
“Kami [PP] mengambil inisiatif memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta pelatihan, dengan harapan mereka nantinya dapat mengembangkan budidaya ayam kampung dengan sungguh-sungguh dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan,” kata Ruslan.
Pihaknya juga mencoba mencari solusi terhadap kendala dalam mengembangkan budidaya ayam kampung, diantaranya harga pakan yang mahal, dengan bagaimana membuat pakan alternatif yang hemat, murah dan tahan lama yang diolah dari limbah produk ramah lingkungan yang mudah didapat.
Ketua panitia yang juga Sekretaris MPC PP Gumas Redianto dalam laporannya menyampaikan peserta pelatihan sebanyak 25 orang, dari anggota MPC PP Gumas dan warga peternak ayam kampung dari kelurahan yang ada di Kecamatan Kurun.
“Kami menggelar pelatihan ini karena kami menilai budidaya ayam kampung lebih gampang dari ternak lainnya, dan menjadi sebuah budidaya peternakan yang merakyat. Ini juga bentuk komitmen kami dalam mendukung program Smart Agro dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah ini,” kata Redi.
Manteri yang diberikan dalam pelatihan,yaitu legalitas usaha pengembangan budidaya ayam kampung, penanganan kesehatan ayam kampung dan pakan alternatif bagi ayam kampung.
Turut hadir beberapa pengurus MPC PP Gumas, praktisi peternakan ayam, sejumlah peternak ayam dan undangan lainnya. (nh)












