Dari Kios Pinggir Jalan Sangkurun, Mama Ranti Menyalakan Asa Keluarga; Omzet Ratusan Ribu, Harap Kacang Tanah Lokal Jadi Penopang UMKM Gumas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Deretan kios pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjejer di Jalan Sangkurun, tepat di depan Sekolah Rakyat Rintisan, Kuala Kurun. Di salah satu kios sederhana itu, Mama Ranti setia mengais rezeki dengan menjajakan kacang rebus serta beragam minuman panas dan dingin. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, ia menggantungkan harapan pada ramainya aktivitas masyarakat agar usahanya tetap bertahan, roda perekonomian keluarga terus berputar, dan mimpi untuk kehidupan yang lebih baik tetap menyala.(Media Dayak/njh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat yang memadati kawasan Taman Kota Kuala Kurun setiap malam, tersimpan kisah perjuangan seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi potret ketangguhan ekonomi rakyat. Di balik kepulan uap rebusan kacang tanah yang mengepul dari kios sederhananya, Mama Ranti menggantungkan harapan untuk menghidupi keluarga sekaligus mempertahankan usahanya di tengah berbagai keterbatasan.

Setiap sore hingga larut malam, perempuan yang telah dikaruniai empat anak dan dua cucu itu setia membuka lkios kecil di tepi Jalan Sangkurun, tepat di depan Sekolah Rakyat Rintisan Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Dari usaha sederhana tersebut, ia mampu meraup omzet berkisar Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu setiap malam, bergantung pada ramainya pembeli.

Mama Ranti mengisahkan, sebelumnya ia berjualan di kawasan Taman Kota Kuala Kurun. Namun, setelah tidak lagi diperkenankan berjualan di lokasi tersebut, ia memindahkan usahanya ke Jalan Sangkurun yang kini menjadi sumber utama penghidupan keluarganya.

“Waktu tutup jualan tidak menentu. Selama masih ada pembeli, saya tetap melayani sampai malam,” ujarnya, Jumat (17/7/2026) malam.

Perjuangan itu tak berhenti pada upaya mencari pembeli. Untuk dapat berjualan setiap hari, Mama Ranti juga harus menanggung biaya sewa Lokasi kios yang dibayarkan kepada petugas parkir dengan nominal bervariasi, mulai Rp 10 ribu, Rp 15 ribu hingga Rp25 ribu per hari, sesuai lokasi yang ditempati. Selain itu, ia juga membayar iuran kebersihan atau retribusi sampah sebesar Rp 15 ribu setiap bulan.

Di balik aktivitas jualannya, terdapat persoalan lain yang belum terpecahkan, yakni ketersediaan bahan baku. Kacang tanah rebus yang menjadi menu andalannya hingga kini belum dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal Gumas. Selama ini, ia harus mendatangkan pasokan dari Palangka Raya, bahkan hingga Barabai, Kalimantan Selatan, agar usahanya tetap berjalan.

Kondisi tersebut memunculkan harapan besar agar Pemkab Gumas mampu mendorong pengembangan budidaya kacang tanah sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Menurutnya, jika kebutuhan pedagang dapat dipenuhi dari hasil panen petani lokal, maka manfaat ekonomi akan dirasakan secara lebih luas.

“Kalau kacang tanah bisa ditanam dan diproduksi di Gunung Mas, tentu akan sangat membantu pedagang seperti kami. Selain lebih mudah mendapatkan barang, petani lokal juga bisa ikut merasakan manfaat ekonominya,” tuturnya penuh harap.

Kisah Mama Ranti menjadi cerminan nyata ketangguhan pelaku UMKM yang terus bertahan di tengah tantangan ekonomi. Dari sebuah kios sederhana di pinggir Jalan Sangkurun, ia membuktikan bahwa kerja keras mampu menjaga roda kehidupan keluarga tetap berputar.

Di sisi lain, kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa penguatan sektor UMKM tidak dapat dipisahkan dari pengembangan komoditas lokal. Ketika petani mampu memasok kebutuhan pelaku usaha di daerah sendiri, akan tercipta rantai ekonomi yang saling menguatkan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi Kabupaten Gumas yang berkelanjutan.(njh)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Rumah Layak Huni Mengubah Harapan Keluarga Nina, Dari Hunian Nyaris Tak Layak, Kini Punya Ruang untuk Menata Masa Depan
Gebyar UMKM di Stadion Mini Kuala Kurun, Puluhan Tenda Disiapkan, Artis KDI Bakal Hadir!
Jelang Pilkades 2027,Camat Wano Tekankan Profesionalisme Panitia dan Larangan Bakar Lahan
HUT ke-25, Demokrat Gumas Gaungkan “Langit Biru” dan Dorong Legislator Perkuat Pengabdian
Bank Kalteng Turun Tangan, Perkuat Logistik Petugas Hadapi Karhutla Gumas
PMI dan Perumdam Bergerak Cepat, 4.000 Liter Air Bersih Disalurkan Tiap Hari ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Kesbangpol Gumas Perkuat Deteksi Dini, Sinergi Pemerintah dan FKDM Antisipasi Potensi Kerawanan
Kreativitas Anak Daerah Bersinar! Sandy Ramadhan Juarai Lomba Video Reels Hari Jadi ke-24 Gunung Mas

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:50 WIB

Rumah Layak Huni Mengubah Harapan Keluarga Nina, Dari Hunian Nyaris Tak Layak, Kini Punya Ruang untuk Menata Masa Depan

Rabu, 2 September 2026 - 08:17 WIB

Gebyar UMKM di Stadion Mini Kuala Kurun, Puluhan Tenda Disiapkan, Artis KDI Bakal Hadir!

Rabu, 2 September 2026 - 07:13 WIB

Jelang Pilkades 2027,Camat Wano Tekankan Profesionalisme Panitia dan Larangan Bakar Lahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:44 WIB

HUT ke-25, Demokrat Gumas Gaungkan “Langit Biru” dan Dorong Legislator Perkuat Pengabdian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Bank Kalteng Turun Tangan, Perkuat Logistik Petugas Hadapi Karhutla Gumas

Berita Terbaru