WhatsApp_Image_2025-09-02_at_15_55_18-1536x864
Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Bupati Katingan, Saiful, kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya potensi gesekan sosial akibat penyebaran informasi palsu, provokasi, dan ujaran kebencian di ruang digital.

Dalam arahannya yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) pada Selasa (2/9/2025), Bupati Saiful menegaskan bahwa ketenteraman dan keharmonisan sosial di Kabupaten Katingan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, ancaman terbesar di era digital saat ini bukan lagi konflik fisik di lapangan, melainkan benturan opini dan emosi yang dipicu oleh informasi tidak benar di dunia maya.

“Alhamdulillah, daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif. Namun, suasana damai ini bisa saja terganggu jika masyarakat tidak hati-hati dalam bermedia sosial. Satu unggahan yang tidak benar, satu komentar yang bernada kebencian, bisa memicu konflik dan menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, derasnya arus informasi di media sosial bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, jika digunakan dengan bijak, media digital dapat menjadi sarana edukasi, komunikasi, dan penguatan solidaritas sosial. Namun di sisi lain, penyalahgunaan media sosial tanpa tanggung jawab justru dapat menimbulkan perpecahan dan mengikis nilai-nilai kebersamaan yang selama ini dijaga.

“Sekarang ini, satu postingan bisa menyebar dalam hitungan detik. Bayangkan jika yang dibagikan adalah berita bohong atau ujaran kebencian, dampaknya bisa luas. Karena itu, saya mengingatkan masyarakat untuk tidak asal membagikan informasi. Pastikan dulu kebenarannya dan pikirkan dampaknya bagi orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Saiful menyoroti pentingnya peran generasi muda, tokoh masyarakat, dan publik figur di media sosial. Mereka dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan menyebarkan nilai-nilai positif. Ia mengajak seluruh kalangan untuk menjadi contoh dalam menciptakan ruang digital yang sehat, santun, dan menyejukkan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, membangun, dan mempererat tali persaudaraan. Ini bukan soal membatasi kebebasan berekspresi, tetapi tentang tanggung jawab bersama menjaga kedamaian dan kerukunan di Bumi Penyang Hinje Simpei,” pesan Saiful.

Di akhir penyampaiannya, Bupati berharap imbauan ini menjadi pijakan bagi masyarakat Katingan dalam membangun budaya digital yang sehat, damai, dan produktif. Ia menekankan, dengan kedewasaan dalam bermedia sosial, masyarakat tidak hanya mampu menangkal dampak buruk disinformasi, tetapi juga menjadikan ruang digital sebagai media pemberdayaan, edukasi, dan pemersatu di tengah keberagaman yang ada.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *