Foto. Tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD Gumas melaksanakan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas atau hotspot di Desa Pilang Munduk dan Desa Tariak, Kecamatan Kurun gunas memastikan kondisi di lapangan, menyusul terdeteksinya sebaran titik panas berkategori sedang, Kamis (15/10/2026).(jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas atau hotspot di Desa Pilang Munduk dan Desa Tariak, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan menyusul terdeteksinya sebaran titik panas berkategori sedang, Kamis (15/10/2026).
Sebelum bergerak menuju lokasi, tim gabungan melaksanakan apel kesiapan personel, peralatan, dan sarana prasarana di Kantor BPBD Kabupaten Gumas. Persiapan tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan pengecekan serta patroli di wilayah yang terindikasi memiliki sebaran titik panas.
Kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Gumas AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., S.Si., didampingi Perwira Pengendali (Padal) IPTU Supono. Kekuatan tim terdiri atas 15 personel Polri, empat personel TNI, dan delapan personel BPBD Kabupaten Gumas yang bekerja bersama dalam pelaksanaan pengecekan lapangan.
Untuk mendukung kegiatan, tim gabungan menyiapkan sejumlah kendaraan operasional, yakni satu unit kendaraan roda enam pemadam kebakaran TNI, empat unit kendaraan roda empat berupa mobil D-Max dan kendaraan patroli, serta satu unit kendaraan Traga BPBD Damkar. Kesiapan sarana tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional dalam menjangkau wilayah sasaran sesuai kondisi medan.
Pengecekan dilakukan berdasarkan informasi sebaran titik panas yang terdeteksi melalui aplikasi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) pada pukul 00.23 WIB, dengan tingkat kepercayaan atau kategori yang dilaporkan sebagai sedang (medium). Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan langsung guna mengetahui kondisi aktual di wilayah Desa Pilang Munduk dan Desa Tarik.
Dalam pelaksanaan ground check dan patroli, tim tidak menemukan api di lokasi yang dapat diperiksa. Namun, sejumlah titik panas berada cukup jauh di dalam kawasan hutan dan tidak memiliki akses jalan yang dapat dilalui tim untuk mencapai titik koordinat secara langsung.
Kondisi medan dan keterbatasan akses tersebut menjadi kendala dalam pemeriksaan di lapangan. Tim harus mempertimbangkan jarak serta kondisi wilayah sebelum dapat memastikan keadaan pada setiap titik yang terdeteksi melalui sistem pemantauan.
Sebagai bagian dari upaya pengecekan, tim juga memanfaatkan kamera drone untuk membantu pemantauan dari udara. Namun, upaya tersebut belum dapat memberikan hasil visual yang memadai karena kamera drone terhalang asap tebal, sehingga kondisi pada titik-titik yang berada jauh di dalam hutan tidak dapat dipantau secara optimal melalui perangkat tersebut.
Kabag Ops Polres Gumas AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., S.Si., mewakili Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan pentingnya pengecekan langsung terhadap informasi titik panas sebagai langkah untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Berdasarkan hasil ground check dan patroli yang telah dilaksanakan, tim tidak menemukan api pada lokasi yang berhasil diperiksa. Namun, terdapat kendala berupa akses jalan yang tidak tersedia menuju sejumlah titik panas yang berada jauh di dalam hutan, serta asap tebal yang menghalangi pemantauan menggunakan kamera drone.”jelas Kabag Nurheriyanto.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Gumas. Sinergi personel TNI, Polri, dan BPBD diperlukan untuk mendukung respons terhadap informasi titik panas sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi ketika melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.
Melalui kegiatan ini, tim gabungan berupaya memastikan informasi titik panas ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan sesuai kondisi yang memungkinkan. Upaya pemantauan dan koordinasi antarlembaga diharapkan dapat terus mendukung pencegahan Karhutla serta menjaga keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Gumas.(njh)












