Foto. Anggota DPRD Gumas, Evandi. (jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Euforia Final Piala Dunia 2026 dipastikan membakar semangat masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) akan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Gratis di Taman Kota Kuala Kurun pada Senin (20/7/2026) pukul 01.30 WIB dini hari, dan kegiatan itu dijadwalkan dihadiri langsung oleh Bupati Jaya Samaya Monong bersama Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing
Menjelang laga puncak pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gumas, Evandi, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Tim Nasional Argentina untuk keluar sebagai juara dunia.
“Saya menjagokan Argentina,” ujar Evandi sambil tersenyum saat diwawancara jendelakalteng.co.id, Rabu (15/7/2026).
Ketika ditanya alasan memilih Argentina, legislator tiga periode dari Partai NasDem itu menjawab santai namun penuh keyakinan.
“Enggak ada alasan, pokoknya saya menjagokan Argentina,” katanya sembari tertawa lepas.
Evandi optimistis tim yang didukungnya mampu mengangkat trofi juara pada edisi kali ini. Namun, ia menegaskan bahwa fanatisme sepak bola tidak boleh melampaui semangat persaudaraan dan persatuan.
Ia mengajak seluruh masyarakat yang hadir dalam nobar untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menghormati perbedaan pilihan tim.
“Saya mengimbau masyarakat yang mengikuti nobar agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ada ucapan ataupun tindakan yang dapat memicu perpecahan atau mengganggu persatuan dan kesatuan. Kita datang untuk menikmati pertandingan dan mempererat kebersamaan,” pesannya.
Lebih jauh, Evandi menyampaikan harapan besar agar Indonesia suatu saat tidak lagi sekedar menjadi penonton di ajang Piala Dunia, melainkan mampu tampil sebagai peserta sehingga seluruh rakyat dapat memberikan dukungan kepada tim nasional sendiri.
“Saya berharap pada Piala Dunia berikutnya Indonesia bisa tampil, sehingga kita bisa menjagokan bangsa sendiri. Selama ini kita selalu mendukung negara lain. Setiap Piala Dunia, bendera negara-negara lain berkibar di Indonesia karena memang tim kita belum pernah lolos. Harapan kita, pada edisi berikutnya Indonesia bisa tampil di Piala Dunia,”tuturnya penuh harap.
Menurut Evandi, langkah Pemkab Gumas menggelar nobar final secara gratis patut diapresiasi karena sepak bola merupakan olahraga yang sangat digemari masyarakat Gumas dan selalu menjadi magnet pemersatu warga.
“Bagus sekali. Mayoritas masyarakat Gunung Mas menyukai sepak bola dan Piala Dunia selalu menjadi tontonan yang dinantikan. Nobar seperti ini bisa menjadi ajang silaturahmi masyarakat,” ujarnya.
Kendati demikian, ia berharap kegiatan serupa ke depan tidak hanya digelar pada partai final. Menurutnya, antusiasme masyarakat akan lebih terakomodasi apabila nobar dimulai sejak fase penyisihan.
Kalau harapan saya, sebenarnya nobar sudah dimulai sejak babak penyisihan. Tapi tidak apa-apa, lebih baik ada daripada tidak sama sekali. Mungkin ada kendala terkait perizinan dan hak siar yang memang sekarang harus diurus terlebih dahulu. Yang jelas saya mengapresiasi Pemkab Gunung Mas karena sudah memfasilitasi masyarakat untuk menyaksikan final bersama. Mudah-mudahan pada Piala Dunia berikutnya nobar bisa digelar sejak fase awal pertandingan,” tandas Evandi.
Dengan ribuan pasang mata diperkirakan memadati Taman Kota Kuala Kurun Senin (20/7/2026) dini hari nanti, nobar final Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi pesta sepak bola, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan masyarakat Gumas di tengah semangat sportivitas dan persaudaraan.(njh)












