
Foto. Camat Damang Batu Sudirman (kiri) saat menghadiri acara ritual Manganyau Danum yang diselenggarakan warga Desa Tumbang Maraya di Sei Marikoi Kelurahan Tumbang Marikoi,Kamis (6/3/2025). (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Camat Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Sudirman menghadiri acara ritual Manganyau Danum yang diselenggarakan warga Desa Tumbang Maraya di Sei Marikoi Kelurahan Tumbang Marikoi.
“Kegiatan yang dilaksanakan Kamis [6/3/2025] itu dipimpin Basir Sika dari Desa Tumbang Beren Kecamatan Tewah,”ujar Sudirman, Sabtu (8/3/2025) melalui aplikasi pesan.
“Kegiatan itu sebagai ritual suku Dayak untuk membuang atau memberhentikan sial atau musibah kecelakaan di sungai yaitu Buseng [bahasa Dayak yang artinya tenggelam] yang menelan korban manusia, baik anak-anak atau orang dewasa,”tambahnya.
Sudirman menyatakan, Pemerintah Kecamatan Damang Batu menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menghilangkan musibah yang terjadi dikemudian hari, terutama musibah buseng.
“Saya mengimbau kepada warga Kecamatan Damang Batu dan warga Gunung Mas umumnya, agar selalu berhati-hati terhadap aktivitas anak-anak yang sering bermain di sungai. Lakukan pengawasan dengan baik,karena tanpa pengawasan maka bisa menyebabkan musibah tenggelam,terutama bagi anak yang tidak bisa berenang,”tutur Sudirman.
Kepada mantir adat yang ada di desa di wilayah Kecamatan Damang Batu dan Gumas umumnya, Sudirman berharap apabila ada kegiatan seperti ini atau kegiatan ritual dan kegiatan adat lainnya agar didukung dan dilaksanakan dengan baik.
Karena kegiatan seperti ini sebagai upaya untuk menghindari atau menghilangkan musibah yang terjadi, seperti musibah tenggelam, musibah tertimpa kayu,musibah karena tertimbun tanah longsor atau musibah lainnya.
“Kegiatan seperti ini merupakan adat dan kearifan lokal yang harus kita hargai, kita jaga dan kita lestarikan. Kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan apabila ada musibah yang menimpa masyarakat Dayak di Kabupaten Gunung Mas,”ucapnya.
Kepada Pemerintah Kabupaten Gumas,dia berharap dapat terus memperhatikan dan mendukungan adat istiadat budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Gumas.
Turut hadir Lurah Tumbang Marikoi Kusuma dan Kepala Desa Tumbang Maraya Hamzah. (nh)








