Foto. Kepala SMPN 1 Manuhing Raya, Lelon Tuah,S.Pd.(jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai mendukung proses belajar mengajar di SMPN 1 Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Namun, keterbatasan jumlah perangkat Smart TV interaktif menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis digital di seluruh kelas.
Kepala SMPN 1 Manuhing Raya, Lelon Tuah, saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026), mengatakan bahwa bantuan fasilitas TIK berupa enam unit laptop dan satu unit Smart TV interaktif saat ini telah difungsikan dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta membantu guru menerapkan pembelajaran berbasis digital.
“Fasilitas di sekolah saat ini, seperti bantuan TIK enam unit laptop dan satu Smart TV interaktif, sudah difungsikan dan optimal digunakan untuk proses belajar mengajar serta membantu guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis digital,”ungkap Lelon.
Meski demikian, lanjut Lelon, optimalisasi teknologi pembelajaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat,tapi juga pada kemampuan guru dalam memanfaatkannya secara efektif di ruang kelas.
Lelon mengakui, belum seluruh guru mampu menggunakan Smart TV interaktif secara maksimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, pihak sekolah berencana menggelar kegiatan In House Training (IHT) secara mandiri pada 20 Oktober 2026, melalui program Hari Belajar Guru dengan menghadirkan narasumber bernama Kadek.
Kegiatan ini diharapkan Lelon dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan guru, sehingga pemanfaatan teknologi digital tidak sebatas penggunaan perangkat,tapi benar-benar menunjang metode pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
“Memang benar berdampak. Namun, belum semua guru di SMPN 1 Manuhing Raya mampu memanfaatkan TV interaktif. Karena itu, sekolah akan melaksanakan IHT mandiri pada 20 Oktober 2026 melalui kegiatan Hari Belajar Guru dengan mengundang narasumber Pak Kadek untuk membantu meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru,”jelas Lelon.
Di sisi lain, Lelon menyebutkan bahwa kendala teknis dalam penggunaan Smart TV interaktif sejauh ini tidak signifikan. Persoalan utama justru terletak pada keterbatasan jumlah perangkat yang belum sebanding dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Dengan enam rombongan belajar (rombel), satu unit Smart TV interaktif dinilai belum memadai untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh kelas. Ukuran perangkat yang besar dan bobotnya yang berat juga membuat pemindahan dari satu kelas ke kelas lain tidak mudah dilakukan.
“Kendalanya secara teknis tidak ada yang signifikan. Namun, unit TV interaktif hanya satu, sehingga sulit mengakomodasi semua kelas karena perangkatnya besar dan berat serta sulit dipindahkan,”papar Lelon.
Atas kondisi tersebut, Lelon berharap Kementerian terkait dapat memberikan tambahan perangkat Smart TV interaktif agar pemanfaatan teknologi pembelajaran di SMPN 1 Manuhing Raya semakin merata.
“Usulan kami kepada kementerian agar perangkat ini ditambah. Sekolah kami saat ini memiliki enam rombel. Kalau hanya satu unit, masih sangat kurang. Minimal kami berharap ada tambahan tiga unit lagi,”tegas Lelon.
Melalui pelatihan guru dan dukungan tambahan perangkat, Lelon berharap pembelajaran digital di SMPN 1 Manuhing Raya dapat diterapkan secara lebih optimal, bukan hanya sebagai inovasi, melainkan sebagai bagian dari peningkatan kualitas proses belajar mengajar bagi para peserta didik.(njh)












