SMA Katolik Ungkap Realitas Kehidupan PSK di Kurun

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Cony Patricia Hawa bersama siswa kelas X dan kelas XI SMA Katolik Santo Arnoduls Janssen Kuala Kurun.(Jendela Kalteng/Ist)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Melalui kegiatan Analisis Sosial (Ansos),siswa kelas X dan kelas XI SMA Katolik Santo Arnoduls Janssen Kuala Kurun untuk mata pelajaran Sosiologi yang diampu guru, Cony Patricia Hawa,turun ke lapangan, menyoroti beberapa kehidupan sosial masyarakat dengan beberapa jenis pekerjaan seperti Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayah Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

“Siswa-siswi kelas X dan kelas XI melakukan analisis sosial secara sederhana terhadap lingkungan sosial,terkhusus wilayah kota Kuala Kurun dan sekitarnya. Salah satu yang menarik perhatian mereka adalah kehidupan PSK yang ada di Kota Kuala-kurun,”kata Cony melalui siaran persnya, Minggu (21/12/2025).

Menurut Cony, para peserta Ansos melakukan dialog langsung untuk mendengarkan kisah hidup, latar belakang, serta tantangan yang dihadapi para PSK dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Cony menuturkan,Bunga [bukan nama sebenarnya] seorang PSK berkisah bahwa dirinya adalah anak desa yang dulunya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang guru. Namun saat ayahnya meninggal dan ibunya sakit-sakitan,serta adiknya harus tetap sekolah,kota datang menawarkannya janji-janji berupa pekerjaan, uang, dan harapan.Namun yang ia dapatkan justru jalan penuh liku dan onak duri yang tak pernah ia bayangkan hingga akhirnya menghantarkannya menjadi seorang PSK.

“Bunga tahu, banyak orang menilai dirinya negatif tanpa pernah bertanya. Dirinya sering dianggap hina, rusak, dan tak pantas bermimpi. Padahal, di balik pakaian yang ia kenakan tiap malam, hatinya  merintih, takut, sedih, dan rindu pulang ke kampung halamannya,”ucap Cony.

Cony menyebut, faktor yang membuat mereka menjadi PSK,yakni putus sekolah, korban perceraian, pernikahan dini,pergaulan bebas dan faktor lainnya yang membuat mereka mengambil jalan pintas menjadi PSK, selain juga mereka tidak mempunyai skil untuk hidup di masyarakat.

Cony pun berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas  terhadap para PSK di Kota Kuala Kurun.

Cony menilai, pendekatan yang manusiawi jauh lebih dibutuhkan dibanding sekadar stigma. Menurutnya, pemberian pelatihan keterampilan dan pembinaan ekonomi sangat penting agar para PSK memiliki bekal skill yang memadai untuk keluar dari jerat dunia prostitusi dan membangun kehidupan yang lebih layak.

“Mereka juga manusia yang ingin berubah dan hidup lebih baik. Jika diberi kesempatan melalui pelatihan kerja dan pendampingan, saya yakin banyak dari mereka mampu mandiri dan meninggalkan pekerjaan ini,”cetus Cony.

Dari kisah yang dialami Bunga, Cony menyatakan, siswa SMA Katolik Santo Arnoduls Janssen Kuala Kurun dan siswa umumnya di Gumas, dapat mengambil hikmah penting bahwasanya pendidikan hal utama dan menjadi investasi paling berharga bagi masa depan.

Keterbatasan pendidikan membuat seseorang lebih rentan terjebak dalam pilihan hidup yang sulit dan tidak diinginkan. Sebaliknya, pendidikan membentuk karakter, membuka wawasan, serta memberi kemampuan untuk menentukan arah hidup secara lebih bermartabat.

“Melalui pendidikan yang sungguh-sungguh, siswa diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih baik, menghindari jalan hidup yang penuh risiko, serta menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan Masyarakat,”pungkas Cony.(nh)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Komite SMPN 1 Manuhing Raya Dorong Penguatan Sarana Olahraga, Bidik Prestasi Siswa hingga O2SN
Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan, Miri Manasa Dorong Perbaikan Jalan hingga Pemerataan Listrik!
Revitalisasi SDN 3 Kuala Kurun Berjalan, Delapan Ruang Kelas dan Fasilitas Sanitasi Direhabilitasi
MBG di SMPN 1 Kurun Berjalan Lancar, Menu Jadi Catatan; Siswa Senang, Tapi Tak Selalu Menghabiskan!
Isu Poros Syauqi-Jaya Mengemuka, Bupati Jaya: Pilgub 2029-2030 Masih Jauh…
Turun Gunung ke Miri Manasa,Bupati Jaya Lakukan Pembinaan Rohani dan Layanan Kesehatan Gratis,Sasar 3 Desa!
SMPN 6 Kurun Belum Terima MBG, 205 Siswa Masih Menanti Pemerataan MBG!
Revitalisasi 2026 Dongkrak Kualitas SMPN 1 Manuhing Raya, Fasilitas Makin Representatif dan Prestasi Jadi Target

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Komite SMPN 1 Manuhing Raya Dorong Penguatan Sarana Olahraga, Bidik Prestasi Siswa hingga O2SN

Jumat, 25 September 2026 - 13:44 WIB

Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan, Miri Manasa Dorong Perbaikan Jalan hingga Pemerataan Listrik!

Jumat, 25 September 2026 - 11:14 WIB

Revitalisasi SDN 3 Kuala Kurun Berjalan, Delapan Ruang Kelas dan Fasilitas Sanitasi Direhabilitasi

Senin, 21 September 2026 - 16:05 WIB

MBG di SMPN 1 Kurun Berjalan Lancar, Menu Jadi Catatan; Siswa Senang, Tapi Tak Selalu Menghabiskan!

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WIB

Isu Poros Syauqi-Jaya Mengemuka, Bupati Jaya: Pilgub 2029-2030 Masih Jauh…

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Perempuan Budak Shabu 51,01 Gram,Digulung Satresnarkoba Polres Gumas

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:09 WIB

Hukum dan Kriminal

Jreng! Polres Gumas Berangus Barbuk Shabu dari 2 Perkara

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:36 WIB