
Anggota DPRD Gumas Iceu Purnamasari.(Jendela Kalteng/Np JKH)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari, menyatakan keprihatinannya terhadap kasus asusila yang dilakukan oleh seorang kakek kepada bocah berusia 7 tahun di Kecamatan Rungan Hulu beberapa waktu lalu.
“Berkaca dari kasus itu, saya mengajak masyarakat di Gunung Mas untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar atau meningkatkan kewaspadaan,”ungkap Iceu, Sabtu (28/9/2024).
Iceu mengaku gregetan sekali mendengarnya, tega-teganya kakek-kakek itu melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji terhadap anak kecil tetangganya sendiri.
Politisi Golkar itu menyebut, pendidikan seksual sejak dini sebuah keniscayaan diberikan kepada anak-anak, baik anak laki-laki maupun merempuan.
“Ya karena predator seksual saat ini tidak hanya mengintai anak perempuan namun juga anak laki-laki,”seru Iceu.
“Para orangtua hendaknya bisa memberikan pendidikan seksual pada anak sejak dini, misalnya dengan memberitahukan bagian tubuh mana yang boleh disentuh orang lain dan tidak boleh disentuh orang lain,”imbuh Iceu.
Ia juga mengimbau untuk mengajarkan pula pada anak cara-cara melindungi diri jika ada orang yang memaksa ingin melanggar privasi tubuhnya, melihat atau memegang bagian yang dilarang seperti alat kelamin.
Ajarkan pula pada anak agar tidak mudah terbujuk rayu dengan iming-iming uang atau hal lain untuk bisa menyentuh bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain tersebut.
“Misalnya, katakan pada anak jika ada orang yang memaksa ingin melihat atau memegang bagian yang dilarang, mereka bisa menolaknya, berteriak atau mengadukan hal tersebut kepada orangtua atau guru,”terang Iceu.
Wakil rakyat dapil satu itu berharap,dengan adanya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sosial di tempat tinggalnya dan pendidikan seksual sejak dini bisa mencegah adanya kekerasan seksual pada anak khususnya di Kabupaten Gumas. (Nh/Lim)








