IMG_20230725_164020
Bagikan Ke Sosial Media

Foto.  Bupati Jaya S Monong didampingi Wabup Efrensia LP Umbing menyerahkan cinderamata kepada Rektor UPR Prof.Dr.Ir Salampak, M.S di Aula Bappedalitbang, Selasa (25/7). (Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun, Jendela Kalteng

Safari Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof.Dr.Ir Salampak,M.S beserta Civitas Akademika UPR ke Kabupaten Gunung Mas (Gumas) disambut Bupati Gumas Jaya S Monong didampingi Wakil Bupati (Wabup) Efrensia LP Umbing, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah dan Pejabat Eselon Tiga, di Aula Bappedalitbang, Selasa (25/7).

Dikesempatan itu Jaya menyampaikan, tahun 2021 telah ditandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas dengan UPR. Kesepakatan bersama ini merupakan perwujudan dari teori pentahelix pembangunan.

Teori pentahelix pembangunan secara sederhana dijelaskan dimana kolaborasi 5 pilar yaitu pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi / akademisi, dunia usaha dan media secara sinergis dapat menentukan keberhasilan pembangunan.

Sejalan dengan hal di atas, Pemkab Gumas telah menginisiasi kerja sama dengan UPR tentang Kerjasama Pembangunan Daerah dan Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Tindaklanjutnya telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Bappedalitbang dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPR.

“Kerja sama yang telah ada diaplikasikan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada desa dan kelurahan yang menjadi lokus penurunan stunting,” jelasnya.

“Mengapa terkait dengan penurunan angka stunting, sebab Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berkomitmen untuk menurunkan angka stunting sama dengan target nasional yaitu 14 persen,” tukas dia melanjutkan. 

Pemkab Gumas juga telah memetakan status 114 desa di Gumas dalam Indeks Desa Membangun (IDM) untuk tahun 2023. 

Hasilnya, ada desa 1 dengan status Mandiri, 25 desa berstatus Desa Maju, 63 desa berstatus Desa Berkembang, dan 25 desa berstatus Desa Tertinggal.

“Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri kepada rekan-rekan civitas akademika Universitas Palangka Raya untuk mendukung upaya pembangunan desa tertinggal menjadi desa maju dan mandiri di Kaupaten Gunung Mas,” kata Jaya.

Rektor UPR Prof.Dr.Ir Salampak, M.S menyampaikan, KKN regular UPR dengan tema KKN Membangun Desa, sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Desa yang menjadi mitra KKN UPR dalam KKN diharapkan dapat menjadi desa percontohan untuk program Desa Ketahanan Pangan, Desa Mandiri Ekonomi, Desa Wisata, Desa Unggulan BUMDes dan UMKM, sehingga dapat mendorong kenaikan Indek Kinerja Utama (IKM) UPR dalam Program Kerjasama Berkelanjutan.

“Diharapkan dapat mengasah softskill kemitraan, kerjasama tim lintas disiplin keilmuan atau lintas kompetensi, dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan,” ujar Salampak.

KKN Membangun Desa dapat dikembangkan sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat desa yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, swasta dan pemerintah desa, merupakan pendekatan intervensi sosial yang lebih menekankan pada aspek proses.

“Dampaknya akan dapat dilihat pada jangka panjang, baik peningkatan kapasitas desa maupun sumber daya manusia yang memahami konteks perdesaan, atau lebih dikenal dengan program SDGs Desa, sebahai acuan pembangunan di perdesaan bersama UPR,” tuturnya.

Dengan dukungan semua pihak, UPR dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berkarakter, serta menjadi perguruan tinggi terbaik dan berkualitas di Kalimantan. (nh)

 

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *