Pengamalan Pancasila Langkah Strategis Pencegahan  IRT 

Jumat, 17 Mei 2024 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, Jendela Kalteng

Tindakan intoleran, radikalisme, dan terorisme (IRT), tidak bisa dianggap sepele. Meski teror yang terjadi sudah mulai berkurang, bukan berarti Indonesia aman dari gerakkan tersebut. Masih ada sel terorisme yang bergerak di masyarakat untuk menanamkan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Hal itu diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah Prof H Khairil Anwar M.Ag, dalam Kegiatan Pembinaan Personil Polda Kalteng Mengenai Penanggulangan/Pencegahan Radikalisme dan Toleransi, Kamis (16/5/2024), di Palangka Raya.
“Langkah strategis yang perlu kita lakukan untuk mencegah IRT. Memperkuat paham kebangsaan. Hal itu dengan menanamkan pedoman berbangsa melalui pengamalan Pancasila dalam kehidupan,” tegas Khairil.
Dijelaskan, sekarang yang paling penting dilakukan, bagaimana semua pihak terlibat dalam memperkuat paham kebangsaan. Itu dengan terus memberikan pemahaman pedoman berbangsa melalui lima sila yang ada di Pancasila. Karena pemahaman dan pengamalan Pancasila di generasi sekarang diakui sangat minim.
Menurut Khairil, Pancasila terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu memberikan penegasan Indonesia bangsa yang ber-Tuhan, dan menolak tegas paham anti-Tuhan. Masyarakat Indonesia menyembah Tuhan berdasarkan agama dan kepercayaannya masing-masing. Mengedepankan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
“Prinsif itu disesuaikan dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Caranya tentu dengan mengedepankan budi pekerti yang luhur serta sikap saling menghormati. Tidak ada sikap saling membenci yang menyulut intoleran,” tegas Khairil.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, ungkap Khairil, menyiratkan makna Indonesia bangsa yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Itu sebuah prinsif mengisyaratkan Indonesia bergaul dengan bangsa lain dan saling menghormati. Indonesia menjadi bangsa yang sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia yang berdasarkan nilai keadilan.
Sila Ketiga, kata Khairil, secara tegas mengisyaratkan seluruh masyarakat Indonesia bersatu. Tidak ada perbedaan, atau mengedepankan kepentingan satu kelompok. Semua warga negara mendapatkan perlindungan dengan menghormati keberagaman dan perbedaan yang ada diantara masyarakat.
“Kerakyatan yang dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mengajak kita semua memberikan pengakuan kedaulatan di tangan rakyat,” tegas Khairil.
Indonesia, lanjut Khairil, mengedepankan sikap musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan. Hal itu untuk menjaga kedamaian, keselamatan, dan keberlangsungan negara. Indonesia tidak mengenal diktaktor mayoritas dan tirani minoritas. Prinsifnya adalah berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terang Khairil, mempunyai prinsif pendirian bangsa untuk kesejahteraan masyarakat. Setiap warga negara mempunyai hak mendapatkan kehidupan yang layak, bermartabat, adil, dan sejahtera. Semua orang diberikan kesempatan untuk hidup layak, mendapatkan pendidikan, kebebasan, dan lainnya.
“Jika prinsif lima sila dalam Pancasila terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa, maka yakin paham IRT tidak akan mengganggu kedaulatan Indonesia. Karena paham IRT sangat bertentangan dengan sila-sila yang ada di dalam Pancasila,” tegas Khairil.(Ist/Lim)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Bank Kalteng–Taspen Perpanjang Kerja Sama, Pembayaran Pensiun ASN Kini Dijamin Lebih Cepat, Aman dan Mudah!
Tebar Kebaikkan Dengan Silaturahmi Bersama Raih Keberkahan Ramadhan DPD HWK Kalteng Gelar Bukber dan Tasyakuran HUT ke-45
PWI Kalteng Berbagi, Tebarkan Ratusan Takjil Pada Warga Dan Gelar Buka Puasa Bersama 
Target RKPD 2027 Kalteng Diminta Realistis dan Adaptif Hadapi Perubahan Global
Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Menhut RI, Fokus DBH-DR untuk Karhutla dan Ketahanan Pangan
Plt Sekda Kalteng: RKPD Harus Selaras dengan Perencanaan Nasional
Pemprov Kalteng Gelar Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Rakornas 2026, Pemprov Kalteng Siap Sukseskan Program Prioritas Presiden

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:04 WIB

Bank Kalteng–Taspen Perpanjang Kerja Sama, Pembayaran Pensiun ASN Kini Dijamin Lebih Cepat, Aman dan Mudah!

Senin, 16 Maret 2026 - 05:17 WIB

Tebar Kebaikkan Dengan Silaturahmi Bersama Raih Keberkahan Ramadhan DPD HWK Kalteng Gelar Bukber dan Tasyakuran HUT ke-45

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:46 WIB

PWI Kalteng Berbagi, Tebarkan Ratusan Takjil Pada Warga Dan Gelar Buka Puasa Bersama 

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:05 WIB

Target RKPD 2027 Kalteng Diminta Realistis dan Adaptif Hadapi Perubahan Global

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:46 WIB

Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Menhut RI, Fokus DBH-DR untuk Karhutla dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Gunung Mas

Warga Sambut Baik SE Bupati, Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:59 WIB

Gunung Mas

SPBU Kuala Kurun Pasang Badan, Dukung SE Bupati Gumas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:18 WIB