Pemkab Benahi Tata Kelola CSR, Dunia Usaha Diminta Lebih Kontributif pada PAD

Kamis, 13 November 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati H Shalahuddin didampingi Ketua DPRD Hj Mery Rukaini, Sekda Muhlis dan unsur FKPD saat memimpin rakor dan Sinkronisasi TJSLP serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rabu (12/11/2025).(Jendela Kalteng/ist)

Muara Teweh, Jendela Kalteng 

Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai menata ulang mekanisme pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan guna memastikan kontribusinya lebih terasa bagi pembangunan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tersebut ditegaskan Bupati Barito Utara H Shalahuddin dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi TJSLP serta Optimalisasi PAD yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11/2025).

Menurut Shalahuddin, selama ini banyak program CSR yang berjalan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga tidak selalu sejalan dengan kebutuhan masyarakat maupun prioritas pembangunan.

“Ke depan, pemerintah daerah akan menyampaikan program prioritas secara jelas agar pelaksanaan CSR lebih terarah. Setelah itu, akan ada monitoring untuk memastikan program tersebut tepat sasaran,” ujarnya.

Selain penataan CSR, rapat tersebut juga menyinggung kondisi fiskal daerah. Shalahuddin mengakui bahwa pemotongan hampir 50 persen dana transfer pusat masih membatasi ruang fiskal daerah. Meski demikian, melalui dana bagi hasil dan DAU, total anggaran daerah masih berada di kisaran Rp 3,1 triliun.

Ia juga memaparkan sejumlah arahan dari Gubernur Kalimantan Tengah yang perlu menjadi komitmen dunia usaha di Barito Utara, mulai dari kewajiban menggunakan BBM melalui lembaga resmi, memprioritaskan tenaga kerja lokal, hingga memastikan kewajiban perpajakan seperti pajak alat berat dan pajak air permukaan.

Shalahuddin menekankan bahwa arahan tersebut bukan semata kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat kontribusi sektor usaha terhadap PAD dan pembangunan jangka panjang.

“Pelaksanaan TJSLP harus menjadi bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan. Dunia usaha tidak berjalan sendiri; mereka adalah mitra pemerintah dalam membangun Barito Utara,” tegasnya.

Rakor dihadiri perwakilan perusahaan tambang, perkebunan, dan perbankan. Melalui forum ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih solid antara perusahaan dan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah. (Ist/limt)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Gemilang di FLS3N 2026, SMPN 1 Muara Teweh Raih 5 Gelar dan 1 Tiket Nasional
Dinkes Barut Tingkatkan Kompetensi 40 Perawat Lewat Pelatihan BTCLS
Perawat Barut Dibekali BTCLS, Dinkes Tekankan Kecepatan Penanganan Pasien Gawat Darurat
Pemkab Barut Buka Ruang Aspirasi Warga dalam Pengadaan Tanah Perluasan WFC
Pemkab Barut Dorong Dukungan Masyarakat untuk Perluasan Kawasan Waterfront City
Pemkab Barut Pastikan Pengadaan Tanah WFC Sesuai Aturan dan Libatkan Masyarakat
Wisuda XIII TKA/TP Al-Qur’an BKPRMI, Bupati Barut Tekankan Pentingnya Generasi Qur’ani
Karhutla dan Bencana Hidrometeorologi Mengintai, Pemkab Barut Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:05 WIB

Gemilang di FLS3N 2026, SMPN 1 Muara Teweh Raih 5 Gelar dan 1 Tiket Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:52 WIB

Dinkes Barut Tingkatkan Kompetensi 40 Perawat Lewat Pelatihan BTCLS

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:59 WIB

Perawat Barut Dibekali BTCLS, Dinkes Tekankan Kecepatan Penanganan Pasien Gawat Darurat

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Pemkab Barut Buka Ruang Aspirasi Warga dalam Pengadaan Tanah Perluasan WFC

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pemkab Barut Dorong Dukungan Masyarakat untuk Perluasan Kawasan Waterfront City

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Gercep Atasi Karhutla, Polres Gumas-Tim Gabungan Jinakkan Api di Tewah!

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:40 WIB