WhatsApp Image 2025-06-28 at 23.36.41
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kapuas, Rabu (21/5/2025). . (Jendela Kalteng/hmskmf)

Kuala Kapuas, Jendela Kalteng

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Tahun 2025, bertempat di Aula Kantor Kemenag Kapuas, Rabu (21/5/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan penyuluh agama dalam mengembangkan materi dakwah yang adaptif dan efektif di era digital.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah materi penting, di antaranya “Dakwah di Era Digital”, “Bermedia Sosial yang Baik dan Benar”, dan “Teknik Pembuatan Konten Kreatif”.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah materi yang disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Muda Diskominfosantik Kapuas, Gusti Mahfuz, yang membawakan topik “Bermedia Sosial yang Baik dan Benar”. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika serta ketelitian dalam menyikapi arus informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Jaga etika dalam berinteraksi digital, saring informasi sebelum membagikannya, dan hindari menyebar data pribadi secara sembarangan,” tegas Gusti Mahfuz.

Ia juga mengajak peserta untuk membedakan informasi hoax dari sumber terpercaya. Hoaks umumnya muncul dari situs tidak kredibel dan menggunakan judul provokatif yang menyesatkan.

Selain itu, Gusti Mahfuz menjelaskan peran aktif Diskominfosantik dalam mendukung transparansi informasi melalui berbagai platform, seperti media cetak, online, radio, videotron, serta media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Diskominfosantik Kapuas juga mengelola portal Sistem Informasi Berita Terintegrasi (SIBER) yang dapat diakses melalui https://kip.kapuaskab.go.id, yang menjadi wadah informasi kegiatan seluruh OPD.

Tak hanya itu, layanan LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) juga disediakan sebagai sarana pengaduan masyarakat yang sederhana, cepat, dan terintegrasi.

“Kami berharap para penyuluh mampu menyampaikan pesan dakwah dengan pendekatan konten yang kreatif dan tetap etis, serta dapat menjadi agen perubahan digital yang bijak,” bebernya.

Pelatihan ini disambut antusias para peserta dan diharapkan dapat memperkuat peran penyuluh dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara relevan dan efektif di tengah perkembangan teknologi informasi. (hmskmf/nh/Lsn)

 

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *