Hendry Ch Bangun: Pemerintah Butuh Strategi Komunikasi yang Lebih Kuat

Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun.(Jendela Kalteng/Ist)

Jakarta, Jendela Kalteng

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menyoroti lemahnya komunikasi publik yang berpotensi membuat Presiden RI Prabowo Subianto tersandera isu-isu negatif. Karena itu, pentingnya peran Tim Komunikasi Presiden dalam mengelola opini publik agar tidak merugikan pemerintah.

“Presiden Prabowo harus dibantu, bukan malah dibebani persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan para pembantunya,” ujar Hendry Ch Bangun dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/2/2025), yang diterima Media ini.

Menurutnya, isu-isu seperti tagar #IndonesiaGelap, #KaburDulu, Danantara, polemik penahanan Hasto Kristiyanto, hingga penolakan retreat dari kepala daerah kader PDIP seharusnya bisa dikelola dengan baik. Jika dibiarkan tanpa strategi komunikasi yang solid, hal ini dapat mengganggu fokus pemerintahan dalam menjalankan program kerja yang bermanfaat bagi rakyat.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya mencapai kemandirian nasional, termasuk mengurangi ketergantungan impor beras dan memperluas lahan pangan.

Hendry mempertanyakan peran Kantor Komunikasi Presiden dan juga Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam menangani berita negatif yang berkembang di masyarakat.

“Di mana peran Komunikasi Digital (Komdigi), khususnya Ditjen Komunikasi Publik dan Media? Ini bukan tugas menteri atau anggota DPR untuk mengelola opini publik. Mereka adalah pihak teknis dan penyelenggara. Harus ada tim yang bertanggung jawab mengkomunikasikan program pemerintah dan menjaga citra pemerintahan,” tegasnya.

Hendry juga menegaskan, komunikasi publik yang lemah dapat menciptakan ketidakjelasan di masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, pemerintah bisa terus-menerus berada dalam posisi defensif menghadapi narasi negatif yang merugikan. (Ist/ Lsn)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Bank Kalteng–Taspen Perpanjang Kerja Sama, Pembayaran Pensiun ASN Kini Dijamin Lebih Cepat, Aman dan Mudah!
Tebar Kebaikkan Dengan Silaturahmi Bersama Raih Keberkahan Ramadhan DPD HWK Kalteng Gelar Bukber dan Tasyakuran HUT ke-45
PWI Kalteng Berbagi, Tebarkan Ratusan Takjil Pada Warga Dan Gelar Buka Puasa Bersama 
Target RKPD 2027 Kalteng Diminta Realistis dan Adaptif Hadapi Perubahan Global
Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Menhut RI, Fokus DBH-DR untuk Karhutla dan Ketahanan Pangan
Plt Sekda Kalteng: RKPD Harus Selaras dengan Perencanaan Nasional
Pemprov Kalteng Gelar Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Rakornas 2026, Pemprov Kalteng Siap Sukseskan Program Prioritas Presiden

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:04 WIB

Bank Kalteng–Taspen Perpanjang Kerja Sama, Pembayaran Pensiun ASN Kini Dijamin Lebih Cepat, Aman dan Mudah!

Senin, 16 Maret 2026 - 05:17 WIB

Tebar Kebaikkan Dengan Silaturahmi Bersama Raih Keberkahan Ramadhan DPD HWK Kalteng Gelar Bukber dan Tasyakuran HUT ke-45

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:46 WIB

PWI Kalteng Berbagi, Tebarkan Ratusan Takjil Pada Warga Dan Gelar Buka Puasa Bersama 

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:05 WIB

Target RKPD 2027 Kalteng Diminta Realistis dan Adaptif Hadapi Perubahan Global

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:46 WIB

Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Menhut RI, Fokus DBH-DR untuk Karhutla dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru