WhatsApp_Image_2025-09-17_at_10_46_55-1536x1023

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan, Yobie Sandra, saat menghadiri pelatihan pembibitan dan pengomposan sebagai implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG)

Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan terus berupaya meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem gambut. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah melalui kegiatan kunjungan lapangan dan pelatihan pembibitan serta pengomposan sebagai bagian dari implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Katingan. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Dusun Hampangen dan Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, pada Selasa (16/9/2025).

Kepala DLH Katingan, Yobie Sandra, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya nyata untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi langkah awal dalam membangun pola pikir baru terhadap pentingnya pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah bentuk edukasi agar masyarakat memahami cara mengelola lahan secara bijak tanpa merusak ekosistem. Harapannya, pengetahuan yang didapat hari ini bisa terus diterapkan dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Yobie.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan hasil pelatihan tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, mulai dari pembuatan kompos, pembibitan tanaman, hingga pengelolaan bahan organik secara mandiri.

“Kami berharap ada tindak lanjut nyata setelah pelatihan ini. Misalnya, masyarakat mulai membuat kompos sendiri atau mengembangkan pembibitan di pekarangan rumah. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari narasumber Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Marinus Kristiadi Harun, S.Hut., M.Si. Ia memberikan materi teknis mengenai cara pembibitan yang baik, proses pengomposan yang efisien, serta strategi pemanfaatan bahan organik yang mudah diterapkan di tingkat masyarakat.

Marinus juga mengajak peserta untuk memahami karakteristik lahan gambut serta pentingnya menjaga kelembapan dan kesuburannya. Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem gambut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam semakin meningkat. Selain itu, pelatihan ini menjadi momentum bagi DLH Katingan untuk memperkuat komitmen dalam menerapkan RPPEG secara nyata di lapangan, guna mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Katingan.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *