WhatsApp_Image_2025-09-03_at_07_44_40-1536x1023

Kepala Dinas Diskominfostandi Katingan, Wim Ngantung.

Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Katingan, Wim, menegaskan dukungan penuh terhadap imbauan Bupati Katingan, Saiful, yang meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Menurut Wim, dunia maya kini telah menjadi ruang publik terbuka yang tak terbatas oleh jarak maupun waktu. Karena itu, setiap pengguna harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab moral dalam berinteraksi di platform digital. Ia menilai, pesan yang disampaikan Bupati Saiful sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten provokatif seringkali cepat menyebar tanpa verifikasi.

“Media sosial itu ibarat pisau bermata dua. Ia bisa menjadi alat komunikasi yang bermanfaat, tapi juga bisa menimbulkan dampak negatif bila digunakan tanpa tanggung jawab,” ujar Wim di Kasongan, Rabu (3/9/2025).

Ia menambahkan, setiap masyarakat perlu membangun budaya digital yang sehat dengan mengedepankan etika, logika, dan literasi. “Kita harus belajar untuk tidak mudah percaya begitu saja. Verifikasi informasi sebelum membagikannya adalah langkah sederhana namun penting agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati, Diskominfostandi Katingan akan terus memperkuat program literasi digital di berbagai lapisan masyarakat. Program ini dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, serta kerja sama dengan pihak sekolah, perangkat desa, dan komunitas lokal. Tujuannya agar masyarakat Katingan memiliki kemampuan untuk mengenali informasi palsu, memahami keamanan data pribadi, dan menerapkan etika komunikasi digital.

“Pesan Bupati adalah pengingat bagi kita semua. Bijak bermedsos bukan sekadar soal aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama menjaga ketenteraman dan keharmonisan di daerah. Dengan ruang digital yang sehat, pembangunan di Kabupaten Katingan pun bisa berjalan lebih lancar,” pungkas Wim.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *