
Kuala Kapuas,Jendela Kalteng
Dalam rangka menekan angka kematian dan kesakitan akibat kanker leher rahim, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan On the Job Training (OJT) deteksi dini kanker serviks menggunakan metode DNA Human Papilloma Virus (HPV).
Kegiatan ini dilaksanakan di UPT Puskesmas Melati pada Kamis (12/6/2025), diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas di wilayah Kapuas.
Program deteksi dini ini menyasar perempuan usia 30 hingga 69 tahun dengan metode cotesting, yaitu kombinasi tes DNA HPV dan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), untuk mendeteksi infeksi HPV dan lesi prakanker secara dini sebelum berkembang menjadi kanker.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, menekankan pentingnya skrining dini mengingat tren kasus kanker serviks di Indonesia terus meningkat.
Ia menyebutkan, pada tahun 2020 pembiayaan kanker leher rahim mencapai Rp98 miliar dan diperkirakan pada 2025 akan ada 38.800 kasus baru dengan angka kematian mencapai 22.300 jiwa.
“Seluruh Puskesmas di Kapuas sudah dibekali pelatihan serta sarana dan prasarana (BMHP) yang cukup untuk pelayanan deteksi dini ini. Kami harap masyarakat, khususnya perempuan, bisa memanfaatkan layanan ini secara rutin,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, keberhasilan program ini memerlukan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, LSM, lintas sektor, hingga tokoh masyarakat dan agama.
“Kami berharap program deteksi dini ini menjadi gerakan terpadu untuk melindungi lebih banyak perempuan dari ancaman kanker serviks,” tutupnya.(hmskmf/nh/Lim)








