
Foto. Anggota DPRD Gumas Tuah.(Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) merespon tegas terkait rencana Pemkab Gumas untuk menambah armada alat berat dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah zona satu,dua dan tiga.
“Kami (DPRD) menilai Beleid yang diambil Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dengan berencana menambah alat berat,sebagai langkah strategis dan solusi konkret untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok yang sulit dijangkau di wilayah zona tiga,dua dan satu.Kami mendukung hal itu,”ujar anggota Komisi II DPRD Gumas Tuah,Jumat (4/7/2025).
Figur berlatar pengusaha itu berpandangan, penambahan alat berat itu sangat penting demi menunjang pekerjaan jalan, jembatan, serta penanganan darurat lainnya.
“Kami(DPRD) sangat mendukung ya. Dengan tambahan alat berat itu, pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat, dan kualitas pembangunan bisa lebih maksimal,”ucap Tuah.
Legislator Golkar itu menilai rencana penambahan alat berat itu selaras dengan visi pembangunan infrastruktur daerah yang berkeadilan dan merata. Selain itu, tambahan armada menurutnya diharapkan mengurangi ketergantungan Pemkab pada pihak ketiga, sehingga efisiensi anggaran bisa ditingkatkan.
Diwartakan sebelumnya,Pemkab Gumas berencana menambah unit alat berat.
Langkah strategis ini menjadi salah satu fokus utama Pemkab Gumas guna menjawab kebutuhan masyarakat di kecamatan yang ada, terutama yang selama ini terkendala akses jalan dan minimnya dukungan alat berat dalam penanganan darurat.
“Penambahan alat berat bukan hanya untuk menunjang proyek fisik seperti jalan dan jembatan, tapi juga sangat penting dalam penanganan cepat jalan dan jembatan yang rusak yang memang membutuhkan penanganan cepat,” kata Bupati Gumas Jaya Samaya Monong,Selasa (2/7/2025).
“Pengadaan alat berat yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yaitu 1 unit eksavator,1 buah motor grader,1 buah vibro roller. Alat berat yang ada saat ini masih belum mencukupi, terutama ketika beberapa wilayah membutuhkan intervensi dalam waktu bersamaan,sehingga Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memandang perlunya penambahan alat berat lagi. Dengan tambahan armada baru nangtinya, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas optimistis pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat, efisien, dan merata dalam hal perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan di wilayah ini,”jabar Jaya.
Jaya berkata, alat berat yang ada hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya dan dirawat dengan baik, dan memaksimalkan alat berat yang ada untuk penanganan ruas jalan yang rusak supaya bisa dilalui atau segera fungsional.
“Khususnya penanganan ruas jalan rusak di wilayah zona tiga Kecamatan Tewah,Kahayan Hulu Utara (Kahut),Damang Batu dan Miri Manasa, dan di zona satu Kecamatan Kurun,Mihing Raya dan Sepang, serta zona dua Kecamatan Manuhing Raya, Manuhing, Rungan Barat, Rungan dan Rungan Hulu,”ucapnya.
Jaya menyatakan,bahwasanya dalam membangun di wilayah Gumas, dibatasi oleh anggaran dan waktu. Dengan anggaran yang terbatas,harus dicari solusinya.
Terpisah, Kepala Dinas PU Gumas Baryen menyampaikan alat berat milik Pemkab Gumas seperti eksavator,motor grader,dan vibro roller,tengah dipergunakan untuk perbaikan ruas jalan zona tiga dari Desa Dandang ke Desa Tumbang Tajungan sampai ke Desa Tumbang Ponyoi berjarak 32 kilometer maupun ruas jalan lainnya di zona tiga.
“Kita mencoba untuk mengkaji kembali untuk menambah unit alat berat dan pimpinan sepakat dengan hal itu,mudah-mudahan kalau memang bisa ada berapa anggaran yang sisa tender di tahun 2025 ini kita masih punya potensi di perubahan anggaran.Kalau tidak pun kami akan memprogramkan itu di tahun 2026. Pak Bupati minta tambahan alat berat,yaitu bulldozer yaitu traktor yang akan menggusur tanah atau memotong beberapa wilayah kita yang memang kemiringan jalannya naik turun,serta long beat dan satu unit dump truk,” papar Baryen.
Baryen memastikan pengadaan alat berat akan mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan yang transparan serta akuntabel.
“Dengan adanya alat berat,beberapa keadaan penanganan jalan dan jembatan yang memang perlu dilakukan secara darurat,akan bisa dilakukan secara mandiri,artinya tidak menunggu sewa alat berat dari luar,”demikian Baryen. (nh)








