WhatsApp Image 2026-04-15 at 20.03.18
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Tower Telekomonikasi di Desa Sikui.(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Batara) bergerak cepat merespons ancaman serius bencana tanah longsor yang mengintai Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi), laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan pemantauan intensif di lapangan.

Hasil investigasi Tim E-Government Diskominfosandi pada Selasa (14/4/2026) mengungkap kondisi tanah yang kian mengkhawatirkan, terutama di sekitar infrastruktur vital. Pada titik koordinat 1°4’24.11″ LS dan 115°4’58.46″ BT, ditemukan retakan tanah lebar disertai penurunan struktur yang signifikan,indikasi kuat terjadinya longsor aktif.

Situasi ini dinilai sangat kritis. Pasalnya, titik longsor hanya berjarak sekitar 5 meter dari kaki tower telekomunikasi, serta sekitar 15 meter dari badan Jalan Negara,akses utama mobilitas warga. Jika tidak segera ditangani, potensi bencana susulan dapat mengancam keselamatan masyarakat dan memutus jalur transportasi vital.

Laporan teknis juga menegaskan, kondisi tanah di sekitar tower sudah dalam status labil. Risiko longsor diprediksi meningkat drastis jika wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Bupati Batara, H. Shalahuddin, langsung mengeluarkan instruksi tegas. Ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera turun ke lokasi guna melakukan langkah-langkah penanganan teknis darurat, demi menjaga stabilitas tanah dan keselamatan pengguna jalan.

Tak hanya itu, Diskominfosandi Batara juga bergerak cepat menjalin koordinasi eksternal. Surat resmi telah dilayangkan kepada pihak PT Telkomsel sebagai penyelenggara layanan komunikasi di kawasan tersebut, guna meminta langkah preventif segera dalam mengamankan infrastruktur tower.

Kepala Diskominfosandi Barito Utara, H. Moch Iksan, menegaskan, situasi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan potensi bahaya besar jika tower mengalami kerusakan atau bahkan roboh.

“Hal ini penting untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, seperti robohnya tower yang tidak hanya memutus akses komunikasi,tapi juga membahayakan pengguna jalan di sekitarnya,” tegas Iksan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi cepat antara pemerintah daerah dan pihak pengelola tower.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami berharap pihak pengelola tower segera bersinergi dengan langkah yang diambil pemerintah daerah untuk meminimalisir risiko bencana ini,”tegas Iksan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif di lokasi. Langkah antisipatif terus disiapkan guna menghadapi kemungkinan pergerakan tanah lanjutan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.(Ist/nh/Lim)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *