
Foto. Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Wabup Efrensia L.P Umbing dan Kepala DPU Gumas sebagai Koordinator Tim Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Gumas Baryen pada ekspos terbuka di Aula DPU Gumas Kamis (12/6/2025).(Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Komitmen kerja keras dan kerja cerdas Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong dan Wakil Bupati (Wabup) Efrensia L.P Umbing mulai menampakan hasil nyata.
Dalam ekspos terbuka di Aula Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas Kamis (12/6/2025), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas sebagai Koordinator Tim Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Gumas Baryen memaparkan cukup panjang lebar dan bernas terkait eksekusi program 100 hari kerja Jaya-Efrensia, yakni bedah rumah dalam upaya meningkatkan kualitas rumah untuk memastikan masyarakat menempati rumah yang layak Huni.
“Dalam 100 hari kerja Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, telah selesai dilakukan bedah rumah sebanyak 24 unit rumah dengan rincian 18 unit rumah ditangani dengan dana APBD Kabupaten Gunung Mas, dan 6 unit merupakan CSR dari Bank Kalteng”ujar Baryen.
“Tahun ini juga Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah mengalokasikan dana dari APBD untuk menangani 75 unit rumah,”tambahnya.
Untuk Penanganan jalan kabupaten dimaksutkan untuk memastikan kelancaran lalulintas angkutan barang dan orang.
“Dalam upaya penanganan jalan kabupaten, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah melaksanakan pengadaan alat berat untuk penanganan kerusakan jalan dan jembatan di wilayah Gumas, yaitu eksavator,motor grader,dan vibro roller,”kata Baryen yang juga Plt Asisten II Setda Gumas.
Baryen menyebutkan, dengan adanya alat berat itu, beberapa keadaan penanganan jalan dan jembatan yang memang perlu dilakukan secara darurat,akan bisa dilakukan secara mandiri,artinya tidak menunggu sewa alat berat dari luar.
“Ketiga alat berat itu saat ini sedang dipergunakan untuk perbaikan jalan rusak di wilayah zona tiga di ruas jalan dari Desa Dandang ke Desa Tumbang Tajungan sampai ke Desa Tumbang Ponyoi dengan jarak 32 kilometer, dan pak Bupati sudah melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan pekerjaannya,” ucap Baryen.
Baryen selanjutnya memaparkan soal eksekusi Optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis dalam dalam penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Gumas,serta Optimalisasi Jaminan Kesehatan dan Jaminan Sosial dengan memastikan masyarakat Gumas memiliki BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai basis data untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran,”cetusnya.
Terkait beasiswa tepat sasaran,Baryen memastikan pemberian beasiswa tepat sasaran diberikan kepada mahasiswa tidak mampu.
“Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan biaya pendidikan serta untuk menjaga keberlangsungan pendidikan mahasiswa agar tidak putus kuliah.Terdapat 58 berkas yang sudah memenuhi syarat. Nilai bantuan Rp 3.500.000 per tahun dengan persyarata utama yang sudah ditetapkan dan bersumber dari APBD Gunung Mas,”terang Baryen.
Menyoal peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN),Baryen menegaskan disiplin ASN merupakan kunci keberhasilan dalam pelayanan publik prima dan reformasi birokrasi.
“Yang sudah dilakukan dalam dalam upaya peningkatan disiplin ASN diantaranya sosialisasi bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga mengenai presensi Simpegnas, kinerja dan pembinaan disiplin ASN bagi satuan pendidikan di kecamatan yang ada di Gunung Mas,serta sosialisasi disiplin,kinerja dan presensi Simegnas Bagai tenaga Kesehatan,”kata Baryen.
Dibidang kependudukan dan Pencatatan Sipil,dalam 100 harin kerja telah dilakukan kegiatan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Tewah untuk kepemilikan dokumen kependudukan. Dilakukan verivikasi data dari Dinas Sosial untuk Optimalisasi Jaminan Kesehatan dan Jaminan Sosial, serta verivikasi data untuk program beasiswa tepat sasaran.
Dikesempatan itu Bupati Jaya menegaskan bahwa program 100 Hari Kerja dirinya dan Wabup Efrensia L.P Umbing menjadi pemantik bagi percepatan pembangunan dan reformasi pelayanan publik di Gumas.
“Program 100 Hari kerja ini menjadi pemicu semangat baru bagib seluruh perangkat daerah unuk lebih responsive,profesional dan berpihak pada kepentingan masyarakat Gunung Mas,”tegas Jaya menutup. (nh)








