WhatsApp-Image-2025-08-29-at-15.49.14

Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful

Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan dan memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh wilayah Kabupaten Katingan.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Katingan Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Kamis (28/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Sumiati menyoroti bahwa peran Posyandu tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi semata. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Posyandu membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Posyandu bukan hanya urusan sektor kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Karena itu, OPD lintas sektor harus ikut terlibat secara aktif, bukan sekadar pendukung, melainkan penggerak program layanan terpadu di lapangan,” ujarnya menegaskan.

Ia menambahkan, dengan adanya keterlibatan lintas sektor, Posyandu dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat layanan dasar masyarakat yang terintegrasi — mencakup aspek kesehatan, gizi, pendidikan keluarga, hingga peningkatan ekonomi rumah tangga.
“Melalui kolaborasi, kita dapat memastikan Posyandu menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang benar-benar hidup, dinamis, dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sumiati berharap kegiatan rapat koordinasi tersebut mampu menjadi titik awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan dan desa. Dengan kesamaan arah dan komitmen, ia optimistis Posyandu di Katingan akan mampu bertransformasi sesuai tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Glorikus, dalam sambutannya menegaskan bahwa Posyandu memiliki fungsi strategis yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan dasar di masyarakat. Karena itu, penguatannya harus mencakup semua aspek, mulai dari kelembagaan, sumber daya manusia, hingga dukungan lintas sektor agar keberadaannya benar-benar memberikan dampak nyata,” jelasnya.

Kegiatan rapat koordinasi tersebut juga menjadi ajang untuk menyamakan persepsi antar-OPD dan instansi pembina di tingkat daerah, sehingga program yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan setiap kegiatan dapat saling menguatkan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Katingan.

Dengan semangat kolaboratif tersebut, Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TP-PKK berkomitmen untuk terus mendorong revitalisasi Posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *