Foto. Kepala SMPN 1 Manuhing Raya, Lelon Tuah bersama Ketua Komite SMPN 1 Manuhing Raya, Budi Kristianto dan sejumlah guru SMP Negeri 1 Manuhing Raya berada di tengah lapangan bola voli dan bulutangkis yang baru di buat.(jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Komite SMP Negeri 1 Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik melalui penguatan sarana dan prasarana olahraga di lingkungan sekolah.
Ketua Komite SMPN 1 Manuhing Raya, Budi Kristianto, mendorong pembangunan dan revitalisasi lapangan bola voli dan bulutangkis sebagai bagian dari upaya menciptakan fasilitas yang lebih representatif bagi kegiatan ekstrakurikuler sekaligus pembinaan bakat siswa.
Kepala SMPN 1 Manuhing Raya, Lelon Tuah, dalam press release kepada mediadayak.id, Rabu (30/9/2026), menjelaskan bahwa dukungan Komite Sekolah tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan wadah yang memadai bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang nonakademik.
Menurut Lelon, kegiatan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi,tapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter peserta didik, terutama kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Cabang olahraga bola voli dan bulutangkis merupakan dua cabang yang cukup diminati siswa dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi prestasi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten,”demikian disampaikan Lelon Tuah.
Lelon menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut juga tidak terlepas dari dukungan orang tua siswa melalui Komite Sekolah. Sinergi antara sekolah, komite dan orang tua dinilainya penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aktif dan mampu mendorong siswa mengembangkan potensinya secara optimal.
Lelon mengungkapkan, sebelum dilakukan pembangunan dan revitalisasi, kondisi sarana olahraga di SMPN 1 Manuhing Raya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
Lapangan yang tersedia sebelumnya masih berupa tanah terbuka dan belum memiliki permukaan yang memenuhi standar untuk menunjang aktivitas olahraga secara optimal. Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri, terutama ketika musim hujan yang membuat lapangan becek dan licin, sedangkan pada musim kemarau permukaannya cenderung berdebu.
Selain kondisi lapangan, fasilitas pendukung seperti net, garis lapangan dan tiang permanen juga masih terbatas. Situasi tersebut membuat pelaksanaan pembelajaran olahraga maupun latihan ekstrakurikuler belum dapat berlangsung secara maksimal.
“Dengan adanya fasilitas yang lebih memadai, kami berharap siswa dapat berlatih dengan lebih nyaman, aman dan terarah. Ini juga menjadi bagian dari persiapan pembinaan siswa sejak dini untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi,”ujar Lelon.
Pengembangan potensi siswa di SMPN 1 Manuhing Raya tidak hanya diarahkan pada bidang olahraga. Dijabarkan Lelon, Sekolah juga memiliki sejumlah program ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan minat, bakat dan kemampuan peserta didik.
Di antaranya Pramuka, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), kesenian, Sains, serta kegiatan literasi dan numerasi.
Khusus bidang olahraga, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan siswa menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“Harapan kami, fasilitas yang semakin baik dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada siswa untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka. Bukan hanya untuk kegiatan di sekolah, tetapi juga sebagai bekal menghadapi berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,”tutur Lelon.
Ditambahkan Lelon, upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberadaan sarana pendidikan yang memadai tidak semata-mata berkaitan dengan fasilitas fisik,tapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sekolah yang mampu mengembangkan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara berimbang.(njh)












