Wabup Firdaus Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan Melalui Pendidikan Sejarah

WhatsApp_Image_2025-09-18_at_14_28_41 (1)

KASONGAN – Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menerima audiensi Pengurus Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Kalimantan Tengah di ruang kerjanya, Kamis (18/9/2025). Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan sejarah di sekolah.

Dalam suasana pertemuan yang hangat dan penuh semangat kebersamaan itu, Wabup Firdaus menegaskan bahwa pelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta kesadaran nasional generasi muda. Menurutnya, sejarah tidak boleh hanya dipahami sebagai kumpulan peristiwa masa lampau, melainkan harus dimaknai sebagai sumber inspirasi dan pedoman dalam menentukan arah perjalanan bangsa di masa depan.

“Sejarah adalah jendela yang mengajarkan kita siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana perjuangan para pendahulu membangun negeri ini. Dari sejarah, anak-anak kita belajar arti pengorbanan, persatuan, dan kerja keras,” ujar Firdaus.

Ia menekankan bahwa guru sejarah sejatinya adalah pendidik karakter. Mereka bukan hanya menyampaikan fakta atau kronologi, tetapi juga menanamkan nilai moral, etika, dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa. “Guru sejarah memiliki tanggung jawab besar menjaga memori kolektif bangsa agar kita tidak tercerabut dari akar budaya dan perjuangan. Mereka adalah penjaga ingatan sejarah yang menjaga arah langkah generasi penerus,” tuturnya.

Lebih lanjut, Firdaus juga menyoroti tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, terutama di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh media digital. Ia menilai, pembelajaran sejarah kini harus disajikan dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif agar tetap relevan dengan dunia pelajar masa kini.

“Kita hidup di era penuh distraksi. Informasi begitu mudah diakses, tetapi tidak semuanya bernilai edukatif. Karena itu, guru sejarah perlu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyentuh hati, agar nilai-nilai kebangsaan benar-benar tertanam kuat dalam diri siswa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah melalui Wabup Firdaus juga menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program kerja AGSI, seperti pelatihan guru, seminar tematik, hingga pengembangan kurikulum lokal berbasis sejarah dan budaya Katingan. Ia menilai, memperkenalkan sejarah daerah kepada pelajar merupakan langkah efektif menumbuhkan kecintaan terhadap tanah kelahiran sekaligus memperkokoh identitas kebangsaan.

“Kita harus bangga dengan sejarah dan budaya Katingan. Anak-anak perlu mengenal tokoh lokal, perjuangan masyarakat, serta nilai-nilai luhur yang hidup di sekitar mereka. Dari situ tumbuh rasa memiliki dan semangat untuk membangun daerahnya sendiri,” tegasnya.

Firdaus berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Katingan dan AGSI terus berlanjut dalam bentuk program nyata yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sejarah. Ia meyakini, bangsa yang menghargai sejarahnya akan lebih siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan arah.

“Pemerintah daerah selalu terbuka untuk berkolaborasi. Kami ingin anak-anak Katingan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Itulah fondasi utama untuk membangun daerah ini agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

(tr)