Shalahuddin Serukan Reformasi ASN, Tinggalkan Ego, Bangun Semangat Baru!

WhatsApp Image 2025-11-28 at 00.14.17

Foto. Bupati Barut, H Shalahuddin pimpin apel gabungan perdana lingkup Pemkab Barut setelah resmi menjabat Bupati Barut di Arena Tiara Batara, Senin (13/10/2025).(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Mengawali masa kepemimpinannya, Bupati Barito Utara (Barut) H. Shalahuddin langsung menegaskan arah barunya dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Dalam apel gabungan perdana lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut di Arena Tiara Batara, Senin (13/10/2025), Shalahuddin menyerukan perubahan budaya kerja aparatur yang lebih produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis, jajaran pimpinan OPD, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Barut.

“Tugas kita bukan sekedar menjalankan roda administrasi, tapi melayani masyarakat dengan integritas, profesionalisme, dan empati,” tegas Shalahuddin di hadapan peserta apel.

Dalam amanatnya, Shalahuddin menekankan empat prinsip utama yang akan menjadi fondasi kerja birokrasi Barut  ke depan,yakni semangat Baru dengan meninggalkan pola kerja lama yang stagnan dan tidak produktif.

Disiplin dan Loyalitas pada Tugas, bukan loyalitas pada individu, tapi pada amanah rakyat.Mendukung penuh Visi Pembangunan Daerah,dengan mengawal kebijakan pembangunan lima tahun ke depan secara solid,dan menjadi agen perubahan dengan tidak cukup hanya jadi pelaksana, tapi ASN harus aktif menciptakan solusi.

“Jangan hanya jadi penonton dalam proses pembangunan. Jadilah bagian dari solusi. Pemerintah butuh ASN yang siap berubah dan bekerja keras untuk rakyat,”serunya.

Shalahuddin juga menyinggung pentingnya membangun iklim kerja yang terbuka dan komunikatif antara pimpinan dan staf. Ia mendorong ASN untuk tidak ragu menyampaikan gagasan, saran, maupun kritik membangun.

“Tidak ada pemimpin yang bisa membawa perubahan sendirian. Perubahan hanya bisa dicapai jika kita bersatu dan membuka ruang dialog di semua lini,”tutur Shalahuddin.

Terkait rotasi atau penugasan, ia menegaskan bahwa hal tersebut adalah bagian dari pembinaan birokrasi. Ia meminta ASN agar tak terjebak dalam narasi “kelompok” atau “kubu”, tetapi fokus pada satu tujuan,yaitu kemajuan Barut.

“Siap ditempatkan di mana saja. Ini pengabdian, bukan perlombaan jabatan. Jangan kecil hati, yang penting bekerjalah dengan baik dan jujur,” tandas bupati.

Mengakhiri arahannya, Shalahuddin mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah ilahi. Dia lantas mengajak seluruh ASN bekerja tidak hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hati yang ikhlas dan niat yang bersih.

“Kita berdiri di sini bukan karena kekuatan kita, tapi karena karunia Tuhan. Maka mari kita balas dengan kerja sungguh-sungguh dan doa agar diberi kekuatan untuk menjalankan amanah ini,” pungkasnya.

Dengan pidato yang sarat arah dan semangat perubahan ini, Shalahuddin mengirim pesan tegas,yaitu era birokrasi stagnan di Barut telah berakhir. Kini saatnya membangun pemerintahan yang melayani, bukan dilayani. (Ist/Njh/Lim)