Shalahuddin Guncang Dunia Pendidikan, Kelas Tak Boleh Lagi Membosankan, Guru Ditantang Lebih Kreatif dan Menginspirasi!

WhatsApp Image 2026-04-28 at 07.13.31

Foto. Para peserta Workshop 50 Teknik Membuka Kelas Anti Ngantuk foto bersama Ketua TP PKK Barito Utara Hj Maya Savitri Shalahuddin didampingi Kadis Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua GOW, Ketua DWP serta undangan lainnya, usai pembukaan, di Gedung Balai Antang, Selasa (28/4/2026).(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Komitmen kuat untuk mendongkrak kualitas pendidikan kembali ditegaskan Bupati Barito Utara (Batara), H. Shalahuddin. Ia mengingatkan,ruang kelas tidak boleh lagi menjadi tempat yang membosankan, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup, aktif, dan menggugah semangat siswa.

Penegasan itu disampaikan melalui Ketua TP PKK Batara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, dalam Workshop “50 Teknik Membuka Kelas Anti Ngantuk” yang digelar di Gedung Balai Antang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi magnet bagi dunia pendidikan, dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Batara, Ketua PGRI, Ketua GOW, Ketua DWP, puluhan lembaga PAUD dan TK di dalam Kota Muara Teweh, serta menghadirkan narasumber inspiratif, Kang Deden Gurame.

Dalam sambutan yang dibacakan Maya Savitri, Shalahuddin  menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kurikulum, melainkan sangat bergantung pada bagaimana proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.

“Guru bukan sekadar penyampai materi. Mereka adalah penggerak semangat, pencipta suasana, dan kunci utama lahirnya generasi yang cerdas dan berdaya saing,” tegas Shalahuddin

Shalahuddin juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni bagaimana menciptakan suasana belajar yang mampu mengusir kejenuhan dan rasa kantuk peserta didik.

“Tantangan kita hari ini jelas,kelas harus hidup, interaktif, dan menyenangkan. Anak-anak tidak boleh lagi merasa bosan saat belajar,” ujar Maya dengan penuh penekanan.

Lebih jauh, disampaikan bahwa anak-anak sebagai generasi masa depan membutuhkan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tapi juga mampu membangkitkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat eksplorasi.

Workshop ini dinilai sangat strategis karena membekali para guru dengan 50 teknik inovatif dalam membuka pembelajaran. Teknik-teknik tersebut dirancang untuk “memecah kebekuan” di awal kelas, mengubah suasana monoton menjadi dinamis, serta mendorong keterlibatan aktif siswa sejak menit pertama.

“Ketika kelas hidup dan penuh energi, pembelajaran tidak hanya efektif, tapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik,” lanjutnya.

Apresiasi pun disampaikan Shalahuddin atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap seluruh peserta tidak hanya menyerap ilmu, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam proses belajar mengajar sehari-hari, dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing siswa.

Workshop ini diikuti oleh pengawas sekolah, Ketua KKKS TK Mutiara Batara, para kepala sekolah, serta guru-guru TK se-Kecamatan Teweh Tengah, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu Kang Deden Gurame.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Batara kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini,dimulai dari ruang kelas yang tidak lagi membosankan,tapi penuh inspirasi dan energi.(Ist/nh/Lim)