SDN 3 Kuala Kurun Tak Kunjung Terima MBG, Sekolah Sebut Data dan Fasilitas Sudah Disiapkan

Foto. Kepala SDN 3 Kuala Kurun, Belie,S.Pd.SD.(jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah hingga kini belum dirasakan peserta didik di SDN 3 Kuala Kurun. Padahal, sejak program tersebut mulai diluncurkan, pihak sekolah mengaku telah diminta menyiapkan data jumlah siswa hingga fasilitas pendukung untuk menunjang pelaksanaan program.
Kepala SDN 3 Kuala Kurun, Belie, saat diwawancarai, Sabtu (5/9/2026), mengatakan sekolahnya sejak awal program MBG diluncurkan belum pernah menerima distribusi makanan bergizi bagi peserta didik.
Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya pernah didatangi tim yang menangani pelaksanaan MBG di tingkat kabupaten. Tim tersebut meminta data jumlah peserta didik sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program.
“Sejak program diluncurkan, sekolah kita tidak pernah menerima. Memang waktu itu ada tim yang menangani MBG kabupaten datang ke sekolah meminta data jumlah murid. Kami memberikan data yang diminta,”ujar Belie.
Tak hanya menyerahkan data, Belie mengaku,sekolah juga mengaku telah memenuhi permintaan untuk menyiapkan tempat penyimpanan makanan apabila distribusi MBG mulai dilakukan. Bahkan, pihak sekolah telah menunjuk petugas yang nantinya bertanggung jawab menerima makanan dari petugas pengantar.
Belie menjelaskan, berdasarkan arahan yang diterima saat itu, sekolah diminta menyediakan ruang khusus sebagai tempat penyimpanan makanan yang aman dan tidak mudah dijangkau binatang.
“Kita siapkan di ruang UKS. Susunan petugas yang akan menerima makanan setiap harinya juga sudah siap. Bahkan anak-anak melihat persiapan itu dan mengira mereka akan segera menerima MBG,”kata Belie.
Namun,setelah berbagai persiapan dilakukan, distribusi MBG yang diharapkan belum juga terealisasi di SDN 3 Kuala Kurun hingga saat ini.
Meski demikian, Belie mengaku pihak sekolah tidak ingin terlalu menggantungkan harapan terhadap program tersebut. Ia memahami bahwa pemerintah memiliki banyak kebutuhan pembangunan yang harus diprioritaskan, terutama jika kondisi keuangan negara maupun daerah menghadapi keterbatasan.
“Jujur, kami tidak begitu banyak berharap dengan program ini. Kalau memang keuangan negara ini baik-baik saja, masih banyak yang lebih membutuhkan perhatian, misalnya infrastruktur jalan, jembatan, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan dan lainnya,”tutur Belie.
Kendati demikian, Belie menegaskan bahwa apabila nantinya SDN 3 Kuala Kurun ditetapkan sebagai salah satu sekolah penerima MBG, pihaknya pada prinsipnya siap mendukung pelaksanaannya. Fasilitas dan petugas yang sebelumnya dipersiapkan dapat kembali diaktifkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.(njh)