Respons Kilat Polres Gumas dan Tim Gabungan, Karhutla 4 Hektare di Kurun Berhasil Dipadamkan Usai Hotspot NASA Terdeteksi

Foto. Personel Polres Gumas bersama tim gabungan melakukan groundcheck sekaligus penanganan titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.(Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Personel Polres Gunung Mas (Gumas) bersama tim gabungan melakukan groundcheck sekaligus penanganan titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas area terbakar sekitar empat hektare.
Penanganan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi titik hotspot berdasarkan koordinat dari data satelit NASA-NPP. Titik panas tersebut berada pada koordinat Latitude 1.10315222S dan Longitude 113.84764824E di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Kurun.
Sebanyak 28 personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari 15 personel Polri, empat personel TNI, lima personel BPBD, satu personel Manggala Agni, serta tiga personel Pemadam Kebakaran DLHKP. Upaya penanganan juga mendapat bantuan dari masyarakat di sekitar lokasi.
Untuk mendukung mobilisasi dan penanganan di lapangan, tim gabungan menggunakan sejumlah sarana dan prasarana, yakni dua unit kendaraan roda dua (R2), empat unit kendaraan roda empat (R4), serta dua unit kendaraan roda enam (R6).
Setibanya di lokasi sesuai titik koordinat yang diterima, personel Polres Gumas bersama unsur terkait melakukan pengecekan kondisi lapangan dan dilanjutkan dengan upaya pemadaman. Petugas bekerja secara terpadu untuk mengendalikan api pada area lahan yang terbakar.
Pamapta II Polres Gumas, Ipda Yuan Natanuel, mewakili Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Pupita Dewi, mengatakan penanganan tersebut merupakan bentuk respons kepolisian bersama instansi terkait terhadap informasi hotspot yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Gumas.
“Setelah memperoleh informasi mengenai titik hotspot, personel bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan. Sinergi di lapangan sangat membantu sehingga titik kebakaran dapat dipadamkan,”kata Yuan saat dikonfirmasi PS kasihumas Ipda Abner,Selasa (4/8/2026) pagi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla menjadi bagian penting dalam mempercepat respons di lapangan. Pendekatan kolaboratif juga memungkinkan personel dan petugas terkait saling mendukung sesuai tugas dan sarana yang tersedia.
Kehadiran masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman turut menunjukkan pentingnya kepedulian bersama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan serta mengurangi dampak kebakaran.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih empat hektare. Setelah dilakukan pemadaman oleh tim gabungan, titik kebakaran tersebut berhasil dipadamkan.
Polres Gumas melalui kegiatan groundcheck ini terus mengedepankan respons cepat, koordinasi lintas instansi dan pendekatan humanis bersama masyarakat dalam penanganan kejadian di wilayah hukumnya, termasuk ketika ditemukan titik panas yang membutuhkan penanganan langsung di lapangan.
Diharapkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dapat terus ditingkatkan, sehingga penanganan potensi karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu serta pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di Kabupaten Gumas semakin optimal.(njh)