Raya Serukan Siaga Karhutla Tak Boleh Berhenti di Apel, Respons Cepat dan Pencegahan Total Jadi Kunci Wujudkan Gumas Bebas Asap 2026

Foto. Sekretaris Komisi I DPRD  Gunung Mas, Rayaniatie Djangkan.(jendelakalteng/njh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Sekretaris Komisi I DPRD  Gunung Mas (Gumas), Rayaniatie Djangkan, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Sarana Prasarana Siaga Bencana Karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026.

Menurut Raya, langkah yang dilakukan pemerintah daerah merupakan upaya strategis untuk memastikan seluruh personel, peralatan, serta sistem koordinasi lintas sektor berada dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi meningkatnya karhutla yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga akhir September 2026.

“Langkah pemerintah daerah patut kita apresiasi. Namun yang jauh lebih penting adalah memastikan kesiapan ini benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Jangan sampai apel hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi awal dari respons yang cepat, terukur, dan efektif ketika terjadi kebakaran,” tegas Raya, Jumat (24/7/2026).

Politisi senior yang telah empat periode duduk di DPRD Gumas itu menegaskan, ancaman karhutla bukan sekedar persoalan kebakaran lahan,tapi juga berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dunia pendidikan, kelestarian lingkungan, hingga citra daerah apabila kabut asap kembali melanda.

Karena itu, ia menilai pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Seluruh masyarakat harus memiliki kepedulian untuk menjaga hutan dan lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas,”ujar Raya.

Raya juga mendorong agar edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus diperkuat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Menurutnya, patroli terpadu, deteksi dini, serta pengawasan lapangan harus dilakukan secara konsisten agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal.

Politisi PAN itu  mengingatkan bahwa ratusan titik panas (hotspot) yang terpantau sepanjang tahun ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim kemarau, bukan justru lengah ketika risiko kebakaran semakin tinggi.

“Kami (DPRD Gumas) akan terus memberikan dukungan terhadap setiap langkah pemerintah dalam penanganan karhutla, termasuk melalui penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan anggaran agar upaya pencegahan dan penanggulangan berjalan optimal demi melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata dia.

Lebih lanjut, Raya berharap target Gumas Bebas Asap 2026 tidak berhenti sebagai slogan semata, tapi benar-benar diwujudkan melalui komitmen bersama, disiplin seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan dan lingkungan.

“Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Jika seluruh pihak bergerak bersama sejak sekarang, saya optimistis ancaman karhutla dapat ditekan. Dengan demikian masyarakat tetap sehat, lingkungan tetap lestari, dan roda pembangunan di Kabupaten Gunung Mas dapat berjalan tanpa terganggu oleh bencana kabut asap,”tukas Raya menutup.(njh)