PWI Gumas Gelar E-Football Cup 2026, 32 Peserta Adu Strategi Peringati Hari Pahlawan

Foto. Sebanyak 32 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian dalam turnamen E-Football PWI Gumas Cup 2026 yang digelar di Lotus Cafe Kuala Kurun, Sabtu (7/11/2026) malam. (jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menghadirkan ruang kompetisi sekaligus mempererat kebersamaan melalui turnamen E-Football PWI Gumas Cup 2026. Sebanyak 32 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Lotus Cafe Kuala Kurun, Sabtu (7/11/2026) malam.
Turnamen yang resmi dibuka sekitar pukul 18.00 WIB tersebut menjadi salah satu upaya PWI Gumas dalam mendorong perkembangan olahraga elektronik (e-sport), sekaligus membangun ruang interaksi positif bagi komunitas gaming, masyarakat, insan Kominfo, dan kalangan wartawan.
Ketua Panitia, Ardo, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen diikuti 32 peserta yang dibagi ke dalam delapan grup, masing-masing beranggotakan empat pemain. Setelah menyelesaikan fase grup, sebanyak 16 pemain terbaik akan melaju ke babak sistem gugur untuk memperebutkan gelar juara.
Menurut Ardo, penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk menjadi pemenang,tapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta membuka ruang pengembangan komunitas e-sport di Kabupaten Gumas.
Ardo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Gunung Mas Gaming, serta Pemerintah Kabupaten Gumas yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan PWI, termasuk melalui anggaran hibah tahun 2026.
“Harapan kami, kegiatan ini bukan sekedar ajang mencari siapa yang terbaik dalam permainan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta mengembangkan komunitas e-sport di Kabupaten Gunung Mas,”ungkap Ardo.
Sementara itu, Ketua PWI Gumas, Arham Said, menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan harus menjadi nilai utama dalam setiap kompetisi. Arham mengingatkan seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia.
Menurut Arham, kemenangan dan kekalahan merupakan hal lumrah dalam sebuah pertandingan. Namun, menjaga hubungan baik dan persaudaraan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar gelar juara.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi, tetapi menjaga persaudaraan itu yang paling utama,” tegas Arham.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen juga disampaikan Ketua Bidang Humas dan Media KONI Gumas, Gimmy Chandra Malelo, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Gumas, Richard.
Ia mengapresiasi kolaborasi PWI, SIWO, dan Gunung Mas Gaming dalam menghadirkan kompetisi e-sport tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kemampuan, mengasah strategi, serta membangun mental kompetitif.
Gimmy Chandra Malelo, menegaskan, KONI Gumas pada prinsipnya mendukung kegiatan olahraga, termasuk e-sport yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu cabang olahraga prestasi.
Ia berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,tapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem e-sport yang lebih aktif dan berkelanjutan di Kabupaten Gumas.
“Yang utama bukan menang atau kalah,tapi bagaimana kita bisa mempererat tali silaturahmi. Kita berkumpul, membangun kebersamaan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan di bidang e-sport,” ujarnya.
Gimmy kemudian secara resmi menyatakan Turnamen E-Football PWI Gumas Cup 2026 dibuka.
Sementara itu, salah seorang peserta, Dio, menyambut positif penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi ini memberikan kesempatan bagi para pencinta e-football untuk menguji kemampuan, mengukur strategi permainan, sekaligus berinteraksi dan memperluas pertemanan dengan peserta dari berbagai kalangan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain bisa menyalurkan hobi dan menguji kemampuan bermain, turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menambah teman dan mempererat kebersamaan. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin dengan peserta yang lebih banyak, sehingga e-sport di Gunung Mas semakin berkembang dan memiliki wadah kompetisi yang positif,”tutur Dio.(njh)