Perbaikan 4 Titik Rusak Ruas Jalan Provinsi Wilayah Gumas Dilaksanakan bulan Maret

Foto. Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y.Asin.(Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Pekerjaan peningkatan 4 titik yang sangat rusak di ruas jalan provinsi yang masuk wilayah Gunung Mas (Gumas) dengan masing-masing panjang 1 kilometer (km) lebih akan dilaksanakan bulan Maret 2025.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y.Asin, Rabu (12/2/2025).

“Pada pertemuan kami [Komisi II] baru-baru ini dengan  Kabid,Kasi dan PPTK Dinas PUPR Kalteng yang menangani proses administrasi pekerjaan peningkatan ruas jalan dan jembatan provinsi Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun-Linau,mereka berjanji awal bulan Februari tahun ini sudah mulai lelang pekerjaan itu,dan mulai kerja mulai bulan Maret,”kata Herbert.

Dijelaskannya, 4 titik yang sangat rusak itu, yakni di Kurun seberang, di Desa Teluk Nyatu, di wilayah Penda Linda dan daerah jembatan Ripi atau jembatan Sei Tuyun di Desa Tuyun Kecamatan Mihing Raya dan Desa Rabauh Kecamatan Sepang.

“Total panjang 4 titik yang sangat rusak itu 4,855 kilometer. Penanganannya akan dilakukan secara khusus terutama di daerah tanjakan,dimana kami usulkan harus ditangani dengan sebaik-baiknya sampai bisa fungsional, dan direncanakan penanganannya dengan cor beton bertulang kemudian diaspal,”ujar Herbert.

Pihaknya juga mengusulkan agar badan dan bahu jalan yang berlubang di ruas jalan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun agar segera ditangani, sebab kalau tidak akan banyak korban kecelakaan.

“Kami berterimakasih kepada Pemprov Kalteng maupun DPRD Kalteng yang sudah berkenan menganggarkan Rp 108,5 miliar untuk peningkatan jalan dan jembatan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun-Linau. Hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas,”ucapnya.

Legislator 3 periode asal Partai Golkar itu menandaskan, peningkatan jalan dan jembatan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun-Linau sebuah keniscayaan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, meningkatkan konektivitas dan mobilitas serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat. (nh)