Pemkab Katingan Pastikan Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran, Tekankan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi

cf9faa8b-8eca-4569-b224-cf2427fe48bd-1536x1023

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui program bantuan sosial pendidikan. Wujud keseriusan itu tampak dalam rapat pembahasan penyaluran bantuan pendidikan tahun 2025 yang digelar di ruang rapat Bupati Katingan, Selasa (23/9/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Katingan, Christian Rain, serta dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, instansi teknis, dan perwakilan lembaga pengelola bantuan pendidikan. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memastikan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada peserta didik yang membutuhkan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dalam arahannya, Christian Rain menegaskan bahwa setiap program bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus dijalankan secara hati-hati dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kebijakan di bidang pendidikan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru atau asal-asalan, sebab menyangkut masa depan generasi penerus daerah.

“Kita harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai membenarkan yang biasa, tetapi biasakanlah yang benar,” tegas Christian Rain.

Ia menambahkan, bantuan pendidikan merupakan salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Katingan. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan ketepatan sasaran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
“Tujuan utama program ini bukan sekadar menyalurkan dana bantuan, tetapi juga membangun investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan dan masa depan generasi muda Katingan,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut, Rain meminta agar setiap perangkat daerah terkait terus melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme penyaluran bantuan. Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan dalam pendataan penerima, serta memastikan agar tidak ada siswa yang berhak justru terlewatkan dari daftar penerima manfaat.

Ia juga menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Dukungan terhadap peserta didik, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu, diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh wilayah Katingan.
“Pendidikan adalah kunci masa depan daerah. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia Katingan,” tambahnya.

Rapat tersebut juga menjadi momentum bagi Pemkab Katingan untuk memperkuat komitmen kolaboratif antarinstansi. Melalui koordinasi yang solid mulai dari tahap pendataan, verifikasi, hingga distribusi bantuan, pemerintah daerah bertekad menciptakan sistem yang lebih efisien, transparan, dan berkeadilan.

Ke depan, Pemkab Katingan berencana memperluas cakupan program bantuan pendidikan sekaligus meningkatkan sistem pemantauan dan pelaporan hasil penyaluran. Langkah ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul menuju Katingan yang maju dan berdaya saing di Bumi Penyang Hinje Simpei.

(tr)