Foto. Anggota DPRD Gumas Untung Jaya Bangas. (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Permintaan ayam kampung di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang cukup besar menjadikan peluang bisnis yang menggiurkan dan menambah cuan [penghasilan].
Hal itu disampaikan anggota DPRD Gumas Untung Jaya Bangas (UJB) merespon kegiatan Pelatihan Budidaya Ayam Buras atau Ayam Kampung yang digagas Organisasi massa (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Gumas beberapa waktu di aula rapat Kantor Dinas Pertanian setempat.
“Kegiatan yang digagas ormas Pemuda Pancasila itu sangat baik, dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam pembudidayaan secara intensif ayam buras atau ayam kampung yang dapat meningkatkan pendapatan serta pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi daging dan telur ayam kampung. Saya menyambut baik kegiatan itu,” kata Untung, Rabu (15/11).
Untung mengatakan, masyarakat Gumas yang selama ini bergelut di usaha pertambangan, diharapkan bisa mencari mata pencaharian baru demi peningkatan kesejahteraan, salah satunya dengan membudidayaan secara intensif ayam kampung.
Politisi Demokrat itu mengingatkan masyarakat untuk meninggalkan pola pikir pragmatis dan beralih ke pola pikir realistis.
Masyarakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendapatan dari usaha pertambangan emas, tapi bagaimana dengan kreativitas yang ada mengelola potensi pertanian dalam arti luas untuk kesejahteraan hidup.
“Pengetahuan dan keterampilan di sektor pertanian dalam arti luas patut terus diberikan ke masyarakat dalam upaya menciptakan mata pencaharian baru. Dengan begitu perekonomian masyarakart bisa meningkat,” tukas Untung.
Beberapa waktu, ormas PP Gumas menggelar Pelatihan Budidaya Ayam Buras atau Ayam Kampung. Kegiatan bertujuan memberi motivasi dan solusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan, salah satunya peternakan ayam buras.
“Kami [PP] mengambil inisiatif memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta pelatihan, dengan harapan peserta nantinya dapat mengembangkan budidaya ayam buras dengan sungguh-sungguh dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan,” terang Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Gumas Ruslan H.Aspar.
Ketua panitia yang juga Sekretaris MPC PP Gumas Redianto mengaku pihaknya menggelar pelatihan karena pihaknya menilai budidaya ayam buras lebih gampang dari ternak lainnya, dan menjadi sebuah budidaya peternakan yang merakyat.
“Ini juga bentuk komitmen kami dalam mendukung program Smart Agro dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah ini,” kata Redi. (nh)












