Parit di Jalan Sudirman Tak Berfungsi,Warga Minta DPU Gumas Segera Melakukan Pembersihan

Foto. Kondisi parit di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tampang Tumbang Anjir,Kecamatan Kurun,Kabupaten Gumas yang dipenuhi endapan lumpur dan rerumputan liar serta sampah.Warga berharap DPU Gumas segera melakukan pembersihan parit tersebut dan menertibkan bangunan warga yang berdiri di atas parit.(Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Sejumlah warga yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang Jalan Sudirman,Kelurahan Tampang Tumbang Anjir kecamatan Kurun,Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyuarakan keluhan terkait kondisi parit [saluran terbuka di permukaan tanah,lebih besar dari selokan,digunakan untuk mengalirkan air permukaan] di jalur tersebut yang dipenuhi endapan lumpur dan rerumputan liar serta sampah.
Warga menilai kondisi tersebut memprihatinkan, kendati Pemkab Gumas melalui Dinas pekerjaan Umum (DPU) sudah membangun drainase di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tampang Tumbang Anjir,Kecamatan Kurun, tipe pertama dengan panjang 250 meter,lebar 2 meter dan kedalaman 1,5 meter,
Keluhan itu mencuat setelah parit di kiri kanan Jalan Sudirman tidak berfungsi secara optimal. Air tidak mengalir dengan lancar akibat parit yang dipenuhi endapan lumpur dan rerumputan liar,serta bangunan warga yang berdiri di atas parit dan sampah.
“Kalau parit ini tidak segera dilakukan pembersihan dari endapan lumpur dan rerumputan liar,bahkan bangunan warga yang berdiri di atas parit tidak ditertibkan, kami kuatir saat volume air naik akibat hujan dengan intensitas tinggi, air akan meluap ke badan jalan, bahkan bisa ke halaman rumah warga,”ungkap seorang warga yang berbicara dengan syarat anonim,Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, penumpukan sampah, lumpur, dan rerumputan liar di dalam parit bahkan bangunan warga yang berdiri di atas parit, menjadi penyebab utama tersumbatnya parit.
“Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas dapat segera turun tangan melakukan pembersihan secara menyeluruh dan berkala, agar fungsi parit di Jalan Sudirman ini bisa kembali normal,”tegasnya.
Ia menilai, pembersihan parit di jalur Sudirman, tidak hanya penting untuk mencegah banjir,tapi juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil tindakan nyata. Kami berharap ada respons cepat dari DPU. Jangan sampai menunggu banjir besar dulu baru parit dibersihkan,”tegasnya.
Perlu diketahui,Pemkab Gumas melalui DPU tahun 2025 sudah melakukan pembangunan drainase primer di Jalan Jenderal Sudirman.
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menyatakan, pembangunan drainase ini penting untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi di Jalan Sudirman saat musim hujan.
Kadis PU Gumas Baryen menyampaikan, Jalan Jenderal Sudirman salah satu ruas utama yang memiliki mobilitas tinggi. Oleh karena itu, pembangunan drainase yang baik sangat krusial untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pembangunan drainase di Jalan Jenderal Sudirman dengan Panjang 250 meter,lebar 2 meter serta kedalaman 1,5 meter,menghabiskan anggaran Rp 3.552.000.000.Selain drainase, pembuatan box culvert yang melintang di jalan Jendela Sudirman.
“Kapaitas box culvertx yang lama kecil sehingga saat hujan jalan keluar air tidak lancar, sehingga kita buka menjadi besar, dengan begitu kecepatan aliran air keluar lebih cepat dan mencegah banjir dan genangan,”ujar Baryen.(nh)