Musrenbang Lahei Barat Menggema! Bupati Batara Tegas,Pembangunan Tak Boleh Asal Jadi, Harus Tepat Sasaran dan Berkelanjutan!

Foto.  Wabup Batara Felix Sonadie Y Tingan saat menghadiri Musrenbang RKPD di aula Kecamatan Lahei Barat, Rabu (4/2/2026).(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Batara) kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan daerah yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan. Penegasan itu disampaikan Bupati Batara, H. Shalahuddin, melalui Wakil Bupati (Wabup) Felix Sonadie Y. Tingan kala membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Batara Tahun 2026, di Aula Kecamatan Lahei Barat, Rabu (4/2/2026).

Musrenbang RKPD 2026 menjadi forum strategis untuk menyusun arah dan prioritas pembangunan tahun 2027.Kegiatan melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan.

Felix menyampaikan, Musrenbang RKPD Kabupaten Batara Tahun 2026 menjadi penting,karena tahun 2027 merupakan fase krusial dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2030. Keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini akan menentukan laju pembangunan daerah ke depan.

“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyelaraskan visi pembangunan dengan kebutuhan riil Masyarakat,”tegas Felix membacakan sambutan tertulis Bupati Shalahuddin.

“Tahun 2027 adalah bagian penting dari pelaksanaan RPJMD 2025–2030. Setiap program harus benar-benar dirancang berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan,” tegas Felix menambahkan.

Mengusung tema “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah”, Musrenbang tahun ini diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan melalui peningkatan daya saing sektor unggulan serta perbaikan kualitas layanan publik.

Bupati menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan kolaborasi tanpa ego sektoral. Pembangunan, menurutnya, hanya akan berhasil jika seluruh elemen bergerak dalam satu irama.

“Tidak boleh ada ego sektoral. Sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan pembangunan,”ucapnya.

Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi sorotan. Namun, tantangan tersebut diyakini dapat diatasi melalui perencanaan yang matang, penganggaran yang tepat sasaran, serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Shalahuddin berharap Musrenbang ini mampu melahirkan program prioritas kecamatan yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Menutup sambutan, Shalahuddin mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab kolektif.

“Dengan komitmen dan kerja bersama, kita optimistis Barito Utara akan semakin maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya penuh semangat.(Ist/nh/Lim)