Foto. Anggota DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan. (Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat yang segera menangani Jembatan Rawi II yang rusak.
Jembatan Rawi II yang berkonstruksi kayu merupakan jembatan penghubung Kuala Kurun-Tumbang Miwan-Sepang dan menjadi akses penting bagi lalu lintas barang dan orang.
“Dengan kondisi jembatan Rawi II saat ini, kebijakan itu sangat tepat, sehingga dengan mengganti jembatan menggunakan panel baja atau pemasangan jembatan bailey [jembatan semi permanen], maka arus lalu lintas barang dan orang serta kegiatan ekonomi masyarakat akan kembali lancar,” tutur Raya, Jumat (15/3/2024).
Raya mengimbau masyarakat, sebelum kegiatan dimulai [penggantian jembatan] agar tetap berhati-hati kala melintasi jembatan, baik pejalan kaki maupun pengendera sepeda motor.
“Kendaraan roda empat, untuk saat ini tidak bisa melewati jembatan tersebut, lantaran kondisi jembatan saat ini memang memprihatinkan,” kata Raya.
Legislator yang berhasil menjadikan dirinya satu-satunya legislator pemecah rekor sebagai anggota DPRD Gumas terlama, yakni empat periode berturut-turut itu berharap dalam penggantian jembatan nantinya berjalan lancar dan selesai sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kadis PU Baryen yang disampaikan Plt Kabid Bina Marga Bambang Jaya mengakui kalau jembatan Rawi II kondisinya memang parah. Beberapa kali dilakukan penanganan secara darurat.
“Tahun ini penanganan segera dilakukan, dengan mengganti jembatan menggunakan panel baja atau pemasangan jembatan bailey [jembatan semi permanen],” kata Bambang Jaya, Rabu (13/3/20204) lalu.
Bambang menuturkan, penggantian jembatan Rawi II dengan jembatan bailey saat ini sudah memasuki proses tender di Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemkab Gumas.
“Anggaran pergantian jembatan Rawi II sebesar Rp 3,1 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Gunung Mas. Panjang jembatan yang akan diganti 42 meter, lebar 4 meter, dengan kapasitas beban muatan melintas di atas jembatan 35 ton,” beber Bambang.
Mengingat keterbatasan anggaran, Bambang menyebut untuk sementara fokus penanganan dilakukan pada jembatan Rawi II yang menjadi lalu lintas barang dan orang di poros jalan kabupaten, sedangkan jembatan Rawi I yang menghubungkan Tewang Pajangan-Tumbang Miwan, penanganannya akan dilakukan secara darurat. (nh)












