Ledakan Antusias! UKW di Muara Teweh Diserbu Peserta, Pendaftaran Resmi Ditutup

Foto. Ketua PWI Barito Utara H.Deni Hariadi.(Jendela Kalteng/ist)
Muara Teweh,Jendela Kalteng
Antusiasme insan pers mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Batara) meledak drastis. Pendaftaran kegiatan bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada 19–22 Mei 2026 itu resmi ditutup dengan jumlah peserta yang membludak, menandai geliat kuat peningkatan profesionalisme jurnalis di daerah.
Data panitia mencatat, UKW jenjang Muda diikuti 24 peserta yang terbagi dalam delapan kelas. Sementara itu, UKW Madya juga diikuti 24 peserta, dan UKW Utama diikuti enam peserta. Angka ini mencerminkan tingginya dorongan wartawan untuk naik kelas, tidak sekedar bekerja, tapi juga teruji secara kompetensi.
Menariknya, gelombang peserta tidak hanya datang dari Batara. Wartawan dari berbagai daerah turut menyerbu pendaftaran, mulai dari Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, Lamandau,Gunung Mas, hingga Kotabaru, Kalimantan Selatan. UKW di Muara Teweh pun menjelma menjadi magnet regional yang menyatukan semangat peningkatan kualitas insan pers lintas wilayah.
Ketua PWI Batara, H.Deny Haryadi, menegaskan lonjakan peserta ini bukan sekedar angka, melainkan sinyal kuat bangkitnya kesadaran wartawan terhadap pentingnya kompetensi dan profesionalisme.
“Lonjakan peserta UKW kali ini sangat luar biasa. Ini membuktikan rekan-rekan wartawan semakin sadar bahwa kualitas dan profesionalisme adalah harga mati dalam menjalankan tugas jurnalistik,” tegas Denny, Kamis (23/4/2026).
Ia memastikan, panitia akan mengawal penuh pelaksanaan UKW agar berjalan lancar, tertib, dan sesuai standar uji kompetensi yang ketat, demi menghasilkan wartawan yang benar-benar layak menyandang predikat profesional.
Tak hanya UKW, rangkaian kegiatan ini juga diperkuat dengan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diikuti sekitar 25 peserta. Kombinasi UKW dan OKK menjadi langkah strategis dalam membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara etika dan organisasi.
“Melalui UKW dan OKK ini, kami ingin melahirkan wartawan yang kompeten, profesional, dan teguh menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” pungkas Denny.
Ledakan minat ini menjadi bukti nyata, wajah pers daerah kian berbenah, bergerak menuju standar profesional yang lebih tinggi dan berintegritas.(Ist/nh/Lim)