Ketua Panitia Sebut Kegiatan Gebyar UMKM 2026 Tetap Utamakan UMKM dan Kesehatan Masyarakat

Foto. Ketua Panitia Gebyar UMKM 2026, Guntur. (jendelakalteng/njh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Ketua Panitia Gebyar UMKM 2026, Guntur, memberikan tanggapan atas sorotan masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan Gebyar UMKM yang berlangsung di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas)

Menurut Guntur kepada jendelakalteng.co.id,Sabtu (5/9/2026), kritik maupun masukan dari masyarakat merupakan hal yang wajar dan patut dihargai. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan Gebyar UMKM tidak semata-mata berorientasi pada keramaian, melainkan juga menjadi ruang untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar tetap dapat memasarkan serta memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait kondisi kabut asap saat ini. Kesehatan masyarakat tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami menghargai setiap masukan yang disampaikan,”ujar Guntur.

Guntur menjelaskan, pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan dan dijadwalkan sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kepentingan para pelaku UMKM yang telah mendaftarkan diri dan mempersiapkan produk untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, kondisi karhutla dan kabut asap memang menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, panitia tidak mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Kami tidak bermaksud mengabaikan kondisi kabut asap. Justru kami memahami bahwa situasi ini harus menjadi perhatian. Apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan atau membahayakan kesehatan masyarakat, tentu aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama,”tegasnya.

Guntur juga menilai, kritik mengenai waktu pelaksanaan kegiatan perlu ditempatkan dalam konteks yang objektif. Di satu sisi, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kabut asap, khususnya terhadap kelompok rentan dan warga yang memiliki gangguan pernapasan. Namun di sisi lain, para pelaku UMKM juga membutuhkan ruang promosi dan aktivitas ekonomi untuk menjaga keberlangsungan usahanya.

“Jadi, kami melihatnya bukan antara kegiatan UMKM atau kesehatan masyarakat. Keduanya harus bisa berjalan dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi. Jika ada evaluasi terkait waktu pelaksanaan, tentu akan menjadi bahan pertimbangan kami untuk kegiatan berikutnya,”katanya.

Lebih lanjut, Guntur berharap Gebyar UMKM 2026 tetap dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM di Gumas.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat kegiatan tersebut hanya dari sisi keramaian,tapi juga dari sisi manfaat ekonomi yang diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami terbuka terhadap kritik. Masukan masyarakat justru menjadi bahan evaluasi agar kegiatan seperti ini ke depan dapat dilaksanakan lebih baik, lebih tepat waktu, dan tentunya tetap mengedepankan kesehatan serta keselamatan masyarakat,”tandas Guntur.

Guntur mengakui, setiap kegiatan yang digelar di tengah masyarakat hampir selalu menghadirkan pro dan kontra. Namun, menurutnya, respons masyarakat terhadap pelaksanaan Gebyar UMKM 2026 secara umum cukup positif.

“Memang setiap pelaksanaan acara seperti ini ya, ada pro dan kontranya. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Tetapi kalau saya lihat di media sosial, baik Facebook maupun TikTok, cukup banyak masyarakat yang meng-oke-kan dan mendukung acara ini,” ujar Guntur.

Guntur mengatakan, meski terdapat sebagian masyarakat yang mempertanyakan pelaksanaan kegiatan karena kondisi asap, dukungan terhadap kegiatan tersebut dinilai masih cukup besar.

Menurut Guntur, panitia berharap Gebyar UMKM 2026 tetap dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati rangkaian kegiatan, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.

“Kami berharap masyarakat bisa menyambut dan datang ke lapangan Stadion Mini untuk menyaksikan acara ini. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa berkah bagi Kabupaten Gunung Mas,”ucapnya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait paparan asap akibat Karhutla, Guntur memastikan aspek perlindungan pengunjung turut menjadi perhatian panitia.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembagian masker kepada masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan di Kompleks Stadion Mini Kuala Kurun.

“Pembagian masker ada. Setiap pengunjung yang datang akan kami berikan masker. Itu sudah disediakan dan nantinya dibagikan kepada pengunjung,”tegasnya.

Menurut Guntur, penyediaan masker tersebut merupakan bentuk perhatian panitia terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat di tengah situasi kabut asap yang masih terjadi.

Dengan demikian, tukas Guntur, masyarakat tetap dapat mengikuti kegiatan Gebyar UMKM 2026 dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan situasi di lapangan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang mendukung kegiatan ini. Semoga acaranya lancar dan ada berkahnya bagi Kabupaten Gunung Mas,”tutupnya. (njh)