Kepala Desa Diminta Jangan Gaptek

WhatsApp Image 2024-03-26 at 6.38.13 AM

Foto.  Anggota DPRD Gumas Polie L Mihing. (Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun, Jendela Kalteng

Selain bekerja dengan sebaik-baiknya, kepala desa (kades) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) juga diminta tidak Gagap teknologi (Gaptek).

Hal itu disampaikan anggota DPRD Gumas Polie L Mihing melalui aplikasi pesan, Selasa (26/3/2024).

“Dengan tidak gaptek, kepala desa dapat melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan dunia digitalisasi dengan baik,mengingat di era teknologi saat ini, era dimana semua sendi kehidupan bersentuhan dengan teknologi, sebuah keniscayaan bagi kepala desa dan perangkat desa untuk melek teknologi,” kata Polie.

Menurut Polie, teknologi yang modern harus bisa dikuasai kepala desa dan perangkat desa, salah satunya bisa mengoperasikan computer atau alat kerja lainnya yang berhubungan dengan dunia digitalisasi.

“Bisa mengoperasikan komputer itu sangat penting bagi kepala desa dan perangkat desa, karena pelayanan kepada masyarakat, pencatatan keuangan desa, pelaksanaan program pembangunan di desa, administrasi kependudukan di desa maupun administarsi lainnya, memerlukan penggunaan computer dan alat kerja lainnya yang berhubungan dengan dunia digitalisasi,” tutur Polie.

Politikus Hanura cukup vokal yang itu menyayangkan kalau ada kepala desa dan perangkat desa di Gumas yang gaptek.

Ia lantas menyarankan kepada desa, untuk bisa menggunakan anggaran dana desa maupun alokasi dana desa untuk peningkatan sumber daya manusia dalam hal bisa bisa mengoperasikan computer atau alat kerja lainnya yang berhubungan dengan dunia digitalisasi.

“Sebagai pelayan masyarakat, kepala desa dan perangkat desa harus memiliki kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam hal pengusaan teknologi dalam mewujudkan pelayanan yang baik demi kemajuan desa,” tegas Polie.

Polie mengaku kemajuan sebuah desa sangat ditentukan oleh kemajuan kualitas sumber daya manusia kepala desa dan perangkat desa yang menguasai teknologi.

“Dengan kepala desa dan perangkat desa menguasai teknologi, maka potensi yang ada di desa bisa diketahui masyarakat luas. Hasil pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan tangan dari desa, bisa dijual dan dipasarkan melalui teknologi,” tukas Polie. (nh)