Kebutuhan Nakes dan Fasilitas Kesehatan di Hilir Musti Diperhatikan

Foto. Anggota DPRD Katingan Eterly. (Jendela Kalteng/Tr)

Kasongan, Jendela Kalteng

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan Eterly meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Katingan agar bisa memperhatikan kebutuhan Tenaga Kesahatan (Nakes) di bagian hilir Katingan.

Menurut legislator Partai Nasdem dapil II Katingan ini bahwa dibagian hilir katingan masih banyak desa-desa yang kekurangan nakes.

“Berdasarkan hasil reses yang kami laksanakan dari tanggal 22-27 Januari 2024, ada banyak desa yang masih kekurangan nakes,” kata Eterly, saat membacakan hasil reses dari dapil II, jum’at (1/3/2024) lalu.

Eterly menyebutkan, seperti di Kecamatan Kamipang Desa Baun Bango dan Desa Galinggang, masyarakat meminta agar dibangun puskesmas rawat inap, tenaga medis dan bidan. Kemudian di Desa Tampelas masyarakat juga meminta untuk pemambahan tenaga kesahatan.

“Dikecamatan Mendawai tepatnya di Desa Muara Bulan, masyarakat mengharapkan adanya bantuan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Lanjut dia, di Kecamatan Katingan Kuala di Desa Singam Raya usulan yang sama juga disampaikan yakni meminta agar adanya penambahan tenaga bidan, alat pengukur bayi dan balita sebanyak dua set.

“Usulan yang tidak kalah penting dari Desa Singam Raya yaitu alat trasportasi ambulance berupa kelotok atau perahu viber glass satu unit, hal ini musti bisa diperhatikan mengingat trasportasi andalan masyarakat di daerah hilir hanya jalur air karna belum termbusnya akses darat,” jelasnya.

Eterly juga menyampaikan aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses yakni terkait dengan mendesaknya permintaan masyarakat Desa Bangun Jaya yang meminta agar dilakukan rehab total pustu untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Aspirasi ini kami sampaikan kepada pemerintah daerah guna memperhatikan usulan dari masyarakat, karna seperti yang kita ketahui bahwa kebutuhan fasilitas kesehatan serta nakes ini sangat diperlukan ditengah masyarakat mengingat di bagian hilir untuk menuju ibukota kabupaten bisa dikatakan cukup jauh selain itu kesulitan lain adalah saat ini tidak adanya trasportasi darat,” imbuhnya. (Tr/nh)